Angkat Kisah Wartawan Dibalik Layar, Jurnalis Bogor Luncurkan Buku Di Balik Tajamnya Pena

sebanyak 20 jurnalis dari berbagai media massa meluncurkan buku antologi kisah berjudul “Di Balik Tajamnya Pena”.

Editor: Damanhuri
Istimewa
Buku di Balik Tajamnya Pena karya jurnalis di Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM --  20 jurnalis dari berbagai media massa meluncurkan buku antologi kisah berjudul “ Di Balik Tajamnya Pena”.

Buku yang memuat kisah perjalanan 20 jurnalis dan diterbitkan SIP Publishing tersebut mengajak para pembacanya mengetahui bagaimana kerja jurnalistik di lintas generasi.

Dua puluh penulis dalam buku tersebut yakni Deffan D. Purnama, Ira Nihrawati AS, Heru Yustanto, Lily Suryani, Dony P. Herwanto, Masayu Indriaty Susanto, Windiyati Retno S, Pipin Apriani, Febriula Sindisari, Fadlya El'Arsya, Nur Arifin, Lucky Lukman Nul Hakim, Rifki Setiadi, Dimas Ryandi, Nadia Yuliana, Eko Hadi, Rini Untari, Rafik Maeilana, Ruth Fransisca M, Eka Rahmawati.

Sebagian besar penulis buku yang digagas oleh Eka Rahmawati itu merupakan jurnalis yang masih berkiprah di media massa baik cetak lokal dan nasional, online, maupun televisi. Tak hanya itu, di antara para penulis kini sudah beralih profesi.

Mereka menuliskan kisah atau pengalaman saat meliput peristiwa yang tak hanya sekadar peristiwa. Sebab di balik peristiwa tersebut terdapat pesan yang kemudian memberi manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar.

Salah satu penulis yang tak lain jurnalis senior dan masih berkiprah di media massa, Deffan D Purnama mengatakan buku “ Di Balik Tajamnya Pena” mengajak pembaca mengikuti jejak jurnalis saat mencari berita, tantangan mencari narasumber, mencari sudut pandang tulisan, sampai harus berdebat di kantor dengan redaktur, mengusulkan berita dalam rapat redaksi, begitu terbit harus melanjutkan beritanya.

"Alhamdulillah buku Di Balik Tajamnya Pena yang ditulis oleh 20 jurnalis telah terbit, saya baca ternyata isi ceritanya sangat menarik, terutama dari sisi humanis," ujar pria yang sudah menjadi jurnalis sejak 1998 di Bogor.

Menurut Deffan, membuat berita tentunya harus mencari sudut pandang lain yang berbeda dengan berita sebelumnya dan ini jelas tantangannya.

"Cerita human interest merupakan salah satu alur cerita yang menarik yang ditulis seorang jurnalis. Semua diceritakan di buku ini,” imbuh pria yang juga menjadi pengusaha minuman jeruk nipis peras (Jeniper) di Kabupaten Kuningan itu.

Penulis lainnya, Ira Nihrawati AS yang kini masih berkarier di media cetak mengungkapkan membaca buku Di Balik Tajamnya Pena, seolah membaca sebuah kumpulan cerpen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved