Breaking News:

'Seperti Teroris', Ucap Ayah Brigadir J Ungkap HP Keluarga Diduga Diretas Seusai Putranya Ditembak

Samuel menuturkan, 3 ponsel keluarganya diduga alami peretasan tak lama setelah putranya, Brigadir J tewas ditembak.

Youtube TVOne News
ayah Brigadir J heran 3 ponsel keluarganya diretas seusai anak ditembak 

"Kecuali oleh aparat yang sah dan itupun harus sesuai penetapan pengadilan," ujarnya melalui pesan singkat kepada Tribunnews.com, Selasa (12/7/2022).

Roy Suryo menuturkan tidak ada cara khusus untuk mengantisipasi telepon seluler agar tidak bisa diretas karena alat meretas semakin mudah didapat.

"Terus terang tidak ada (cara antisipasi), karena sekarang alat interceptor bisa dibeli (bahkan disewa) dengan harga yang tidak semahal dulu. Cuma memang banyak yang ilegal," kata Roy Suryo.

Sementara jika ponsel sudah bisa diperbaiki setelah telanjur diretas, juga belum ada jaminan peretasan tidak kembali terulang, meski ganti nomor dan hp.

"Terus terang juga ganti nomor dan ganti HP (IMEI) agar terlepas dari peretasan, meski tidak menjamin akan bisa diretas lagi," kata Roy Suryo.

Dalam kasus kematian Brigadir J, pihak keluarga banyak mengungkap kejanggalan.

Baca juga: Beberkan Chat Terakhir Brigadir J, Ayah Ungkap 6 Kejanggalan di Balik Kasus Penembakan Sang Putra

Selain mempertanyakan keberadaan barang bukti di lokasi kejadian, dan barang-baran milik pribadi Brigadir J, kali ini tiga ponsel keluarga inti korban diduga diretas.

Samuel Hutabarat ayah Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat menjelaskan, sejak Senin 11 Juli 2022 malam, usai prosesi pemakaman, sejumlah HP keluarga inti diduga diretas.

Handphone Ibu, dan kakak kandung sulung korban tidak dapat digunakan untuk mengakses media sosial dan WhatsApp.

Suasana makam Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di pemakaman Desa Suka Makmur RT 08, Simpang Unit 1 Sungai Bahar, Muaro Jambi, Senin (11/7/2022). Ayah Brigadir J mengungkap chat terakhir putranya sebelum dikabarkan telah meninggal dunia
Suasana makam Brigpol Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di pemakaman Desa Suka Makmur RT 08, Simpang Unit 1 Sungai Bahar, Muaro Jambi, Senin (11/7/2022). Ayah Brigadir J ungkap dugaan peretasan pada Hp keluarga (TRIBUNJAMBI.COM/DEDDY RACHMAWAN)

"Ya terakhir tadi malam masih bisa dipakai, pas pagi sudah tidak bisa lagi," kata Samuel, Selasa (12/7/2022).

Saat Tribunjambi.com dan sejumlah awak media sedang berada di rumah duka, handpohone adik dari korban memang tidak bisa difungsikan, untuk mengakses WhatsAap dan media sosial lainnya.

"Iya, ini barusan sudah tidak bisa difungsikan lagi," kata seorang keluarga, memberitahu ke sejumlah awak media.

Baca juga: Curi Handphone di Vila Cijeruk Bogor, Dua Pemuda Tak Berkutik Saat Kepergok Tamu

Sebelumnya Samuel juga mengatakan, hingga saat ini pihak keluarga masih mempertanyakan keberadaan 3 unit handphone anaknya itu.

"HP anak saya ada 3, sampai sekarang tidak dikembalikan dan mereka bilang tidak menemukan HP," kata Samuel.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved