Update Kasus Penemuan Timbunan Beras Bansos Presiden, Polda Metro Jaya Ungkap Fakta Terbaru
Seperti diketahui, publik dikejutkan dengan video penemuan timbunan beras sebanyak ratusan karung terkubur di Depok yang diduga dari bansos Presiden.
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus penemuan timbunan beras bansos Presiden di Depok, Jawa Barat sempat menghebohkan satu Indonesia.
Hingga akhirnya, Polda Metro Jaya mengurai fakta terbaru terkait kasus tersebut.
Dilansir dari Kompas.com, tim penyidik Polda Metro Jaya memastikan bahwa beras menjadi satu-satunya sembako bantuan sosial (bansos) presiden yang ditimbun di Lapangan KSU, Sukmajaya, Depok.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh tim khusus (Timsus) tidak ditemukan ada bahan pokok lain di lokasi penimbunan.
"Hanya beras saja. Kami sudah mengecek dan memastikan hanya beras," ujar Kombes Auliansyah Lubis kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/8/2022).
Menurut Auliansyah, asumsi masyarakat bahwa ada bahan pokok selain beras di tempat penimbunan tersebut muncul karena aroma tidak sedap dari lokasi penemuan.
Baca juga: Geger Kabar 289 Karung Beras Bantuan Presiden Dikubur di Depok, Polri Ungkap Fakta Sebenarnya
"Adanya bahan pokok lain itu kan asumsi masyarakat, karena bau yang ditimbulkan," kata Kombes Auliansyah Lubis.
Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menegaskan bahwa tidak ada unsur pidana yang ditemukan dalam penimbunan sembako bansos presiden tersebut.
Pasalnya, tidak ada pihak-pihak yang dirugikan akibat penimbunan bansos presiden tersebut oleh pihak JNE Express selaku pihak penyalur ke masyarakat.
"Beras 3,4 ton yang ditanam ini adalah beras rusak. Kemudian terhadap beras 3,4 ton sudah diganti oleh pihak JNE kepada pemerintah dalam hal ini Kemensos," ungkap Zulpan.
"Dengan adanya kerusakan beras yang diganti, negara tidak dirugikan. Kemudian Masyarakat juga tidak dirugikan. Karena masyarakat yang seharusnya menerima bantuan sudah tersalurkan," sambungnya.

Dengan demikian, Polda Metro Jaya memutuskan untuk menutup kasus tersebut dan menghentikan proses penyelidikan.
"Ya kami hentikan, proses penyelidikan kami hentikan," tegas Auliansyah.
Sebagai informasi, penemuan sembako bantuan presiden ini bermula dari laporan seorang karyawan perusahaan jasa pengiriman logistik JNE.
Lapangan KSU tempat penemuan sembako itu biasa digunakan untuk parkir kendaraan JNE.