Polisi Tembak Polisi
Peran Brigadir RR dalam Pembunuhan Brigadir J, Kebohongan Ajudan Senior Diungkap Bharada E
Bharada E yang jadi sudah jadi tersangka sebelumnya, lantas membongkar peran Brigadir RR dalam tragedi pembunuhan Brigadir J, pada 8 Juli 2022.
Penulis: Uyun | Editor: Vivi Febrianti
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Selain Bharada E, Brigadir RR atau Brigadir Ricky Rizal kini menjadi tersangka baru dalam kasus pembunuhan Brigadir J dan telah ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Ternyata Brigadir RR itu merupakan ajudan senior Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo.
Sudah jadi tersangka sebelumnya, Bharada E lantas membongkar peran Brigadir RR dalam tragedi pembunuhan Brigadir J, pada 8 Juli 2022.
Setelah sebulan lebih jadi misteri, perlahan sandiwara kasus penembakan Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo mulai terbongkar.
Bharada E yang sudah ditetapkan menjadi tersangka pada Kamis (4/8/2022), kini mengungkapkan fakta baru yakni adanya pelaku lain yang diketahui adalah ajudan Putri Candrawathi bernama Brigadir RR atau Ricky Rizal.
Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR yang merupakan ajudan dari Istri Ferdy Sambo, ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan di Rutan Bareskrim Polri.
Brigadir RR disangkakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.
Baca juga: Terungkap Cara Jitu Pengacara Bikin Bharada E Luluh Bongkar Pembunuh Brigadir J, Mahfud MD : Bagus
"Namanya sudah ditahan, pasti sudah tersangka," kata Ketua Tim Penyidik Timsus Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, saat dikonfirmasi di Bareskrim Polri, Minggu (7/8/2022), dikutip dari Tribunnews.
"Brigadir RR dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP," kata Andi yang juga Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri itu.
Penahanan terhadap Brigadir RR, kata Andi, terhitung mulai Minggu dan ditempatkan di Rutan Bareskrim Polri.
Brigadir RR Sempat Ngaku Ngumpet di Kulkas saat Insiden Terjadi
Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, Brigadir RR atau Brigadir Ricky Rizal pernah diperiksa Komnas HAM.
Kepada Ahmad Taufan Damanik selaku Ketua Komnas HAM, Brigadir RR atau Brigadir Ricky mengaku bahwa dirinya tak menyaksikan secara keseluruhan kejadian yang menewaskan Brigadir J.
“Kami sudah memeriksa Ricky, ADC yang menyaksikan sebagian saja, tidak menyaksikan secara keseluruhan,” ungkapnya saat ditemui pada Selasa (2/8/2022).
Diketahui, Brigadir Ricky Rizal adalah ajudan Irjen Ferdy Sambo yang paling senior.
Baca juga: Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J Bertambah, Orang Dekat Istri Ferdy Sambo Ikut Ditangkap
Sebelumnya, berdasarkan pernyataan Bharada E saat baku tembak dengan Brigadir J terjadi, ia yang berada di lantai 2 perlahan menuruni anak tangga dengan merangkak.
Kemudian, Bharada E memberikan 2 tembakan terakhir ke Brigadir J yang sudah tersungkur untuk memastikan bahwa sudah tidak bernyawa.
Sedangkan menurut kesaksian Brigadir Ricky atau Brigadir RR, dirinya tak melihat kejadian secara keseluruhan karena dirinya bersembunyi saat terjadi baku tembak antara Brigadir J dan Bharada E.
Awalnya, Brigadir RR atau Ricky Rizal mengaku ia hanya melihat Brigadir J menondongkan pistol ke Putri Candrawathi saat diduga hendak melakukan pelecehan seksual.
Namun, setelah itu, Brigadir RR atau Brigadri Ricky Rizal mengatakan bahwa dirinya tak melihat kejadian secara keseluruhan karena dia bersembunyi di balik kulkas.
Bharada E bongkar Peran Brigadir RR dalam pembunuhan Brigadir J
Pengacara Bharada E, Muhammad Burhanuddin, menyebut kliennya membongkar semua soal insiden sebenarnya di rumah Ferdy Sambo, termasuk siapa saja orang-orang di lokasi.
Pengakuan Bharada E soal siapa saja yang terlibat dituangkan dalam tulisan yang ia berikan kepada pengacaranya.
"Apa yang terjadi, apa yang dia lakukan, siapa pelakunya dan siapa-siapa yang di seputar tempat kejadian, sudah dibongkar semua, sudah ada di tim penyidik," imbuh dia.
Baca juga: Ternyata Sosok Ini yang Bikin Bharada E Sadar Hingga Akhirnya Bongkar Skenario Pembunuhan Brigadir J
Didampingi dua pengacara barunya, berdasar pernyataan terbaru kepada penyidik Timsus Polri, Bharada E mengaskan tidak ada tembak menembak.
Pengakuan Bharada E ini pun membantah ucapan Karo Penmas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan dan Kapolres Metro Jaksel nonaktif Kombes Budhi saat awal mengumumkan kasus ini.
"Tidak terjadi tembak-menembak. Tidak seperti itu," ucap Muhammad Burhanuddin.
Meski begitu Muhammad Burhanuddin, menyebut tembakan pertama ke Brigadir J dilakukan kliennya, yakni Bharada E.
Namun, Boerhanuddin menyebut ada pelaku lain yang menembak Brigadir J, tak terkecuali Brigadir RR yang kini sudah jadi tersangka baru.
"Nembak pertama Bharada E, selanjutnya ada pelaku lain," kata Boerhanuddin kepada wartawan, Senin (8/8/2022).
Boerhanuddin menyebut penembak Brigadir J lebih dari satu orang.
"Pelaku yang menembak lebih dari satu," tegasnya lagi.
Lebih lanjut, pengacara Bharada E juga mengatakan tidak ada tindakan penganiayaan terhadap Brigadir J.
"Tidak ada (penganiayaan)," katanya.
Baca juga: Bharada E Akhirnya Bongkar Dalang Skenario Penembakan Brigadir J, Kamarudin : Saya Sudah Tahu Semua
Muhammad Burhanuddin juga memastikan, saat Bharada E menuruni tangga, Brigadir J pun masih hidup.
Keduanya tidak terlibat adu tembak. Bahkan, ada beberapa saksi yang melihat saat itu, termasuk Brigadir RR.
Muhammad Burhanuddin mengiyakan, bahwa Bharada E melihat dengan kepalanya sendiri detik-detik Brigadir J tewas.
"Melihat, itu ada beberapa saksi. Sudah dikemukakan ini, sudah dibongkar semua, sudah diungkapkan semua fakta-fakta hukumnya di BAP. Sudah blak-blakan," jelas Muhammad Burhanuddin.
Ia enggan memastikan apakah Bharada E yang menembak Brigadir J, karena itu sudah masuk materi penyidikan dan yang berhak adalah penyidik.
Namun, Muhammad Burhanuddin tak menyangkal bahwa kliennya itu mengakui kesalahannya dengan ikut menembak saat Brigadir J masih hidup.
"(Brigadir J, red) Masih hidup, masih hidup," kata dia.
Sebelumnya, Bharada E buka-bukaan terkait insiden tewasnya Brigadir J di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.
Bharada E kini mengaku diperintah untuk menembak Brigadir J.
Pengakuan Bharada E itu diungkap oleh kuasa hukumnya, Deolipa Yumara. Deolipa menyebut kliennya mengaku diperintah atasan langsungnya.
"Ya, dia diperintah oleh atasannya," kata Deolipa Yumara saat dimintai konfirmasi, Minggu (7/8/2022).
"Atasan langsung, atasan yang dia jaga," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/peran-Brigadir-RR-dalam-pembunuhan-Brigadir-J-ajudan-Putri-Candrawathi-ternyata-bohong-soal-ini.jpg)