Breaking News

Polisi Tembak Polisi

Ternyata Sosok Ini yang Bikin Bharada E Sadar Hingga Akhirnya Bongkar Skenario Pembunuhan Brigadir J

Bharada E akhirnya blak-blakan mengungkap alasan kenapa dirinya membongkar kebohongan skenario pembunuhan Brigadir J di rumah Irejen Ferdy Sambo.

Tayang:
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase Ist/Youtube tvOneNews
Bharada E mengaku memilih buka suara bukan karena skenarionya ketahuan, tapi karena hati nurani dan merasa bersalah pada Tuhan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kasus pembunuhan terhadap Brigadir J kini mulai terungkap ke publik.

Akhirnya Bharada E mengaku tidak ada baku tembak dengan Brigadir J.

Ia bahkan kini mengaku bahwa dirinya mendapat perintah dari atasannya untuk menghabiri Brigadir J.

Tak hanya itu, Bharada E juga mengaku diperintah untuk menjelaskan ke polisi sesuai skenario atasannya.

Namun setelah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir J, Bharada E pun akhirnya buka suara.

Ia mengakui bahwa dirinya bukan satu-satunya pelaku yang menghabisi nyawa Brigadir J.

Bhadara E bahkan mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) atas kematian Brigadir J.

Ia tak ingin mempertanggung jawabkan perbuatan itu sendirian, sementara otak pembunuhan tak terungkap.

Sikap Bharada E yang berubah 180 derajat ini pun dipertanyakan oleh Ahli Hukum Pidana, Chudry Sitompul.

Baca juga: Bharada E Akhirnya Bongkar Dalang Skenario Penembakan Brigadir J, Kamarudin : Saya Sudah Tahu Semua

Ia mempertanyakan, keputusan Bharada E untuk buka suara ini murni karena hati nuraninya atau karena merasa rekayasa ini sudah tidak bisa diteruskan lagi.

"Bharada E ini melakukan permohonan menjadi JC, itu apa karena sudah ada perintah dari presiden, berarti kalau presiden sudah memerintahkan, atasannya yang dikira bisa melindungi tidak ada jadi dilindungi," kata Churdy Sitompul, dilansir dari Apa Kabar Indonesia Malam, di Youtube tvOneNews, Senin (8/8/2022).

Ia pun mengaku penasaran dengan alasan sebenarnya kenapa Bharada E akhirnya mengungkap fakta sebenarnya, bahkan menawarkan diri sebagai JC.

"Apakah memang E ini menjadi JC karena keinginan pribadinya, wah ini gak bener ini. Tapi apa karena merasa rekayasa ini sudah tidak bisa dipertahankan karena presidennya sudah memerintahkan itu," tanya dia.

Churdy Sitompul juga menyoroti perbedaan pernyataan yang disampaikan oleh Bharada E saat dipanggil Komnas HAM dan saat diperiksa sekarang ini.

"Itu mungkin waktu itu dia percaya, bagian propam itu kan adalah aparat hukum yang menindak polisi yang melanggar disiplin dan menindak pelanggaran hukum pidana. Jadi dia percaya ini bisa direkayasa. Tapi karena presiden bilang, ini harus dibongkar. Akhirnya E itu menjadi JC," jelasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved