Tak Ada yang Berani Lewat Malam Hari, Aktivitas Warga di Jalan Puncak Dua Hanya Sampai Sore Hari
Warga Kampung Kiaralawang RT 4/5, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, keluhkan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak ada
Penulis: Reynaldi Andrian Pamungkas | Editor: Vivi Febrianti
Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Reynaldi Andrian Pamungkas
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKAMAKMUR - Warga Kampung Kiaralawang RT 4/5, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, keluhkan fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak ada di wilayahnya.
Salah satu warga Kampung Kiaralawang, Omay mengatakan bahwa fasilitas PJU di Desa Sukawangi tidak ada.
"Sebagian di desa-desa di Kecamatan Sukamakmur udah ada PJU, tapi kalo yang ke arah Jalan Puncak Dua kayak Desa Sukawangi ini emang nggak ada," ucapnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (8/8/2022).
Desa Sukawangi ini merupakan Jalan Puncak Dua yang menembus ke arah Cianjur dan Cipanas.
Perkampungan di Desa Sukawangi ini juga lokasinya tampak jauh antara rumah ke rumah warga lainnya.
Bahkan pada Jalan Puncak Dua di Desa Sukawangi ini, kendaraan-kendaraan pribadi sangat jarang yang melintas.
Omay mengungkapkan bahwa suasana Jalan Puncak Dua ini memang terbilang cukup sepi untuk dilewati kendaraan.
"Jalannya sih udah bagus, kendaraannya yang sepi, apalagi malem, mereka mana mau lewat sini, gelap, takut orang-orang juga," katanya.
Dikarenakan tidak adanya penerangan jalan, bahkan, ketakutan itupun tidak hanya dirasakan oleh kendaraan-kendaraan dari luar desa atau wisatawan yang melintas pada malam hari.
Ketakutan itupun menyelimuti warga sekitar, karena gelapnya Jalan Puncak Dua yang membuat aktivitas warga setempat menjadi terbatas.
Rata-rata, kata Omay aktivitas warga sekitar merupakan kuli dan petani, yang di mana hanya beraktivitas pada pagi hingga sore hari.
Untuk penerangan pada Jalan Puncak Dua di Desa Sukawangi ini, menurutnya hanya mengandalkan lampu-lampu yang berasal dari rumah warga saja.
Bahkan, penerangan lampu dari rumah warga ini tidak sepanjang Jalan Puncak Dua, dikarenakan jarak antara dusun ke dusun yang cukup jauh.
Jarak antara dusun ke dusun ini dipisahkan oleh perkebunan-perkebunan serta hutan-hutan yang terbilang sepi.