Polisi Tembak Polisi

Ada Rapat Sebelum Brigadir J Tewas, Ferdy Sambo Marah Hingga Bikin Putri Candrawathi Menangis

Ferdy Sambo menggelar rapat di lantai tiga sebelum menginstruksikan Bharada E menembak Brigadir J.

Penulis: yudistirawanne | Editor: Soewidia Henaldi
kolase Youtube
Sebelum Brigadir J tewas, Putri Candrawathi sempat ikut melakukan rapat bersama Ferdy Sambo. 

Reza Indragiri menduga kasus ini karena ada latar belakang cemburu.

“Seketika saya membayangkan, jangan-jangan ini motif emosional, berarti ada barangkali luapan amarah, dendam, sakit hati, kebencian, cemburu, dan seterusnya yang berkutat di kepala orang-orang ini,” kata Reza.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengultimatum anggota kepolisian agar tidak main-main di dalam kasus Ferdy Sambo. Sang Kapolri mengaku akan mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana yang diprakarsai mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi terhadap ajudannya, Brigadir J
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengultimatum anggota kepolisian agar tidak main-main di dalam kasus Ferdy Sambo. Sang Kapolri mengaku akan mengusut tuntas kasus pembunuhan berencana yang diprakarsai mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo dan sang istri, Putri Candrawathi terhadap ajudannya, Brigadir J (kolase Instagram)

Tapi, lanjut dia, publik justru bertanya-tanya bagaimana bisa Ferdy Sambo seorang petinggi penegak hukum dengan pangkat bintang dua bisa larut dalam emosi.

“Bagaimana petinggi aparat penegak hukum, bintang dua, bisa larut dalam emosi, bisa larut dan tidak bisa mengendalikan amarahnya, tenggelam dalam cemburunya, tenggelam dalam sakit hatinya.”

“Rasanya mustahil kalau kemudian seorang aparat penegak hukum bintang dua melakukan kejahatan semata-mata dengan adanya motif emosional,” tuturnya.

Baca juga: Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Terancam Hukuman Mati, Pengacara Brigadir J Siap Adopsi Anaknya

Sehingga, kata Reza, muncul spekulasi berikutnya yaitu motif instrumental dalam peristiwa penembakan Brigadir J.

Ketika berbicara motif instrumental, Reza mengatakan dugaan aksi pembunuhan Brigadir J dalam rangka untuk mendapatkan jabatan, kenaikan pangkat, atau menutup-nutupi kejahatan lainnya menjadi relevan.

Saat ditanya apakah motif itu juga akan disidik oleh Polri, Reza berharap demikian.

“Harapan saya demikian, karena motif intsrumental ini yang sekarang terwakili oleh narasi Konsorsium 303,” ucapnya.*

(TribunJakarta.com)

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved