Klakson Masinis Tak Digubris, Remaja di Bojonggede Tewas Tersambar Kereta Api, Ini Kronologinya

Seorang remaja warga Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor meninggal dunia akibat terserempet kereta api.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Seorang remaja meregang nyawa usai terserempet kereta api di Bojonggede, Kabupaten Bogor (27/8/2022) (Screenshot intagram @bojonggede) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Seorang remaja warga Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor meninggal dunia akibat terserempet kereta api.

Kapolsek Bojonggede, AKP Dwi Susanto mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi di pintu kereta Api Vila Asia atau pintu kereta Lapangan Siaga sekira pukul 07.30 WIB.

Korban berinisial MR (20) memang terbiasa mengatur lalu lintas di pintu perlintasan kereta api tersebut, bergantian dengan kakaknya.

Sebelum terserempet, penjaga pintu perlintasan kereta api sempat menutup pintu perlintasan tersebut, namun sayang korban tak memperhatikan datangnya arah kereta.

"Saat kereta melintas korban tiba-tiba langsung berjalan melintasi rel, sedangkan kakak korban memilih untuk menepi karena ada satu kereta lagi yang akan melintas," ujarnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (27/8/2022).

AKP Dwi Susanto menjelaskan korban sempat di teriaki oleh kakak nya, namun jarak karena kereta sudah dekat, akhirnya Korban terserempet kereta nomor 4052 dari Jakarta menuju ke Bogor.

Bahkan korban hingga terlontar sejauh 50 meter dari lokasi kejadian.

Namun sayang, nyawa korban sudah tak tertolong lagi, karena mengalami luka yang serius.

"Akibat kejadian tersebut korban menderita luka sobek pada kepala sebelah kiri dan memar pada kedua kaki serta tangan kiri,  korban di ketahui sudah meninggal dunia di lokasi kejadian," ungkapnya.

Mendapat laporan dari masyarakat, petugas Polsek Bojonggede langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi korban dari perlintasan.

Saat hendak dibawa ke rumah sakit, pihak keluarga korban tidak menginginkan korban di bawa ke rumah sakit.

Pihak keluarga sudah mengikhlaskan kejadian tersebut, dan menyatakan bahwa kejadian tersebut adalah suatu musibah, pihak keluarga tidak akan menuntut pihak mana pun dalam kejadian ini.

Bahkan, kata AKP Dwi Susanto, ungkapan itu tertuang dalam surat pernyataan yang di tanda tangani oleh orang tua korban atas nama Abdul Hakim.

"Orang tua korban menyatakan bahwa korban memang menderita penyakit Epilepsi, sehingga kadang suka kumat penyakit nya, dan pergerakan tubuh korban sangat lamban akibat penyakit yang dideritanya," katanya.

Lebih lanjut, AKP Dwi Susanto mengatakan korban langsung dikebumikan oleh keluarga di pemakaman keluarga.

"Situasi di lokasi kejadian pasca laka krl, hingga saat ini terpantau aman terkendali," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved