Kecelakaan Maut Bekasi

Menguak Kebohongan Sopir Truk Kontainer Maut di Bekasi: 23 Orang Luka-Luka, 10 Orang Tewas di TKP

Sopir truk kontainer maut diduga mengarang cerita bohong soal insiden kecelakaan maut di Bekasi yang memakan korban puluhan orang.

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
kolase TribunJakarta
Menguak kebohongan sopir truk dalam kecelakaan truk di Bekasi yang mengakibatkan 23 orang luka-luka dan 10 orang tewas 

Perwira polisi berpangkat melati tiga ini menyebut terjadinya kecelakaan maut truk oleng di Bekasi bukan akibat rem blong

Menurutnya, kontur jalan di lokasi kejadian relatif datar dan bukan di kontur yang menurun. 

Ditambah lagi, terdapat upaya pengereman yang dilakukan sopir sebelum terjadi benturan ke sisi kiri jalan. 

Isak tangis keluarga saat melihat jenazah anak yang merupakan salah satu korban kecelakaan maut di Kota Bekasi
Isak tangis keluarga saat melihat jenazah anak yang merupakan salah satu korban kecelakaan maut di Kota Bekasi (Kolase foto WartaKota/TribunnewsBogor)

"Tipe jalan ini tidak menurun dan kalau dilihat ini ada bekas rem dan ini menabrak orang yang sedang di halte," kata Latif di Bekasi.

Penyebab kecelakaan belum dapat dipastikan, tetapi dari pengamatan sementara terdapat indikasi kecepatan yang tidak terkendali. 

Pada bagian persneling truk bermuatan besi tersebut, ditemukan masih dalam posisi gigi tiga sehingga diasumsikan kecepatannya sekitar 60 km/jam.

"Penyebab kecelakaan sedang kami lakukan penyelidikan, karena juga kalau rem blong jalan cukup datar, kalo perkiraan kami kecepatannya," jelas dia. 

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Bekasi Kusnanto Saidi mengatakan, korban meninggal dunia rata-rata berusia anak-anak.

"Dari tujuh orang, tiga orang anak-anak usia sembilan, 11 dan 13 tahun," kata Kusnanto. 

Suasana pemakaman Santoso Fauzi (33) korban kecelakaan maut di Bekasi, saat berada di rumah duka di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri Bogor, Rabu (31/8/2022)
Suasana pemakaman Santoso Fauzi (33) korban kecelakaan maut di Bekasi, saat berada di rumah duka di Desa Cicadas, Kecamatan Gunungputri Bogor, Rabu (31/8/2022) (TribunnewsBogor.com/Reynaldi Andrian Pamungkas)

Kusnanto memastikan, dari korban selamat yang ditangani pihaknya masih dalam kondisi stabil. 

"Luka sedang dan ringan, sudah kami rontgen dan observasi, kesimpulannya tidak ada yang kondisinya kritis," jelas dia. 

Kusnanto menjelaskan, tujuh korban meninggal dunia di rumah sakitnya seluruhnya mengalami luka akibat hantaman benda keras. 

"Luka benda tumpul ya, crash injury, mereka semua meninggal di lokasi," tegasnya. 

Sekedar infomarsi kecelakaan yang melibatkan truk bermuatan besi tersebut terjadi pada Rabu (31/8/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Truk tersebut mendadak oleng ke kiri jalan lalu menabrak sebuah kendaraan roda dua, gerobak tukang cilok, dan halte bus depan SD Negeri Kota Baru II.

Di dalam halte bus tersebut, terdapat belasan anak SD yang sedang menunggu jemputan.

Selain itu, truk juga menabrak tiang provider (BTS) hingga roboh. Akibatnya, tiang tersebut menimpa kendaraan pick up hingga ringsek.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved