Motif Pembunuhan Mayat Dalam Tas Masih Menjadi Misteri, Korban Punya 2 Suami, 7 Tahun Tak Pulang

Motif pembunuhan mayat dalam tas yang dialami seorang wanita asal Lumajang hingga kini masih menjadi misteri.

Penulis: Damanhuri | Editor: Yudistira Wanne
Kolase Tribun Bogor/Surya.co.id
Motif Pembunuhan Mayat Dalam Tas Masih Menjadi Misteri, Korban ternyata Punya 2 Suami 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Motif pembunuhan mayat dalam tas yang dialami seorang wanita asal Lumajang hingga kini masih menjadi misteri.

Jasad perempuan bernama Elly Prasetya Ningsih ditemukan warga dalam tas di pinggir jalan alternatif Desa Gluranploso, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Surya.co.id, korban dibunuh secara sadis oleh pria bernama Hendro Setiawan (43) yang tak lain merupakan suami sirinya.

Polisi pun saat ini sudah menangkap Hendro Setiawan di tempat persembunyiannya di Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya pada Minggu (11/9/2022) malam.

Namun, polisi mengaku masih mendalami motif pembunuhan yang dilakukan kepada korban.

"Motif pembunuhan masih kami dalami," kata Kapolres Gresik  AKBP Mochamad Nur Azis kepada awak media di Mapolres Gresik, Senin (12/9/2022).

Usut punya usut, rupanya korban memilki dua orang suami.

Suami pertamanya berinisial RT (48), warga Desa Tunjungrejo, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang.

Sementara itu, suami keduanya yakni Hendro Setiawan yang merupakan pelaku pembunuhan.

Sejak Elly pamit pergi bekerja beberapa tahun lalu, RT hidup bersama dua orang anaknya yang masih berusia 4 tahun dan 11 tahun.

Ia mengurus semua kebutuhan anak-anaknya seorang diri tanpa kehadiran sang istri.

Hendro Setiawan (43) pelaku pembunuhan terhadap Elly Prasetya Ningsih saat diamankan di Mapolres Gresik, Senin (12/9/2022). Pelaku ternyata suami siri korban.
Hendro Setiawan (43) pelaku pembunuhan terhadap Elly Prasetya Ningsih saat diamankan di Mapolres Gresik, Senin (12/9/2022). Pelaku ternyata suami siri korban. (SURYA.CO.ID/Willy Abraham)

RT tak menyangka bertemu istrinya sudah dalam kondisi tak bernyawa.

Menurutnya, pada tahun 2015 dulu istrinya pamit ke Surabaya untuk bekerja sebagai perawat bayi.

"Tapi tempat kerjanya di mana, aku sama sekali gak tahu," kata RT suami sah korban.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved