IPB University

Sering Overthinking? Dosen IPB University Ungkap Penyebab dan Cara Mengatasinya

Dosen IPB University menyebut, dampak overthinking apabila terjadi secara berkepanjangan salah satunya adalah kesehatan fisik yang menurun.

Editor: Tsaniyah Faidah
Dokumentasi Humas IPB University
Dosen IPB University, Nur Islamiah menjelaskan penyebab dan cara mengatasi overthingking. 

Kejadian traumatis di masa lalu, stres yang dialami masa sekarang, serta tingginya tekanan atau tuntutan hidup juga dapat menjadi penyebab overthinking pada seseorang.

Dampak overthinking apabila terjadi secara berkepanjangan salah satunya adalah kesehatan fisik yang menurun.

Akibatnya kualitas tidur memburuk, tubuh akan mudah terserang penyakit dan kelelahan.

Selain itu, overthinker dapat mengalami gangguan mental seperti kecemasan berlebih (anxiety), mudah stres, bahkan mengalami depresi.

Overthinker juga cenderung suka menunda-nunda penyelesaian sebuah pekerjaan karena terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri, akibatnya hidup menjadi kurang produktif.

"Masalah sosial seperti kesepian juga dapat terjadi, lebih lagi bila bergaul dengan sesama overthinker,” sebutnya.

Untuk mengatasinya, ia memberikan beberapa tips.

Pertama, mencari tahu trigger atau penyebab overthinking.

Dengan mengetahui penyebabnya, awareness akan turut meningkat, sehingga menyadari bahwa overthinking adalah kegiatan yang buruk.

Kedua, jika sudah sadar bahwa overthinking merugikan diri, maka lakukan langkah konkrit untuk berhenti atau mengontrol pikiran-pikiran negatif tersebut.

Salah satunya adalah dengan menuliskannya, kemudian mengamatinya dengan seksama.

Selanjutnya uji atau pertanyakan pikiran negatif “apa iya pikiran saya ini nyata? fakta?” karena sering kali pikiran negatif itu hanyalah berasal dari ketakutan atau kecemasan yang dibuat-buat oleh diri sendiri.

"Kita cari inti dari pikiran negatif itu kemudian kita lakukan langkah konkrit untuk berhenti memikirkan itu dengan mempertanyakan dan menantang pikiran negatif itu, lalu dilepaskan,” jelasnya.

Ketiga, melakukan positive self-talk.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved