Polisi Tembak Polisi

Ternyata Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf Kompak Akui Ini ke Penyidik, Ferdy Sambo Makin Dikuliti

Pengacara Bharada E, Ronny Talapessy menyebut ada pernyataan atau kesaksian Kuat Maruf yang sesuai dengan ucapan Bharada E dan Bripka RR

Penulis: khairunnisa | Editor: Yudistira Wanne
kolase Youtube
Kuat Maruf (tengah), Bharada E (kiri) dan Bripka RR (kanan) buat pengakuan kompak ke penyidik Timsus Polri. Hal tersebut diungkap pengacara Bharada E, Ronny Talapessy 

Bahwa Bripka RR tidak melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

Pernyataan Bripka RR itu bertolak belakang dengan Bharada E yang mengaku melihat Ferdy Sambo menembak Brigadir J.

Baca juga: Dugaan Kekerasan Seksual Putri Candrawathi Dinilai Janggal, LPSK : Kok Ada Saksi di Dalamnya?

"Yang dilihat RR, yang menembak itu siapa saja ?" tanya presenter.

"Kalau yang dia lihat, kan ada perintah suruh tembak, yang dia lihat Richard," pungkas Erman Umar.

"Bripka RR melihat penembakan ?" tanya presenter.

"Melihat. Kan diperintah ada Sambo di sampingnya. Kan ada jeda lagi, dia ( Bripka RR) ada telepon dari ajudannya yang lain, HT. Ada bunyi senjata, ajudan yang di luar pengin tahu. Dia ada jeda, balik badan, dia lihat Sambo nembak dinding, dia tidak tahu perkembangan sebelumnya, kan ada jeda," ungkap Erman Umar.

Rekonstruksi versi Bharada E. Terlihat posisi Ferdy Sambo ada di sebelah kiri Bharada E saat proses penembakan ke Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022
Rekonstruksi versi Bharada E. Terlihat posisi Ferdy Sambo ada di sebelah kiri Bharada E saat proses penembakan ke Brigadir J terjadi pada 8 Juli 2022 (Youtube channel Polri TV)

"Apakah melihat Sambo menembak Yosua juga ?" tanya imbuh presenter.

"Dia enggak melihat. Dia melihat Sambo menembak dinding, TV, dan tangga," ujar Erman Umar.

Menimpali pernyataan Erman Umar, Ronny Talapessy membalasnya.

"Kalau keterangan dari klien saya ini kan ketika Bharada E menembak tiga sampai empat kali, dia kaget, dia mundur, di situlah saudara FS maju untuk menembak (Brigadir J)," kata Ronny Talapessy.

"Memang waktunya sangat pendek. Kalau kita hitung itu cuma hitungannya 1 menit. Jadi setelah nembak, dia ( Bharada E) mundur, FS maju, menembak kemudian nembak ke tembok," sambungnya.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved