Polisi Tembak Polisi

Berkas Ferdy Sambo Bakal Disatukan, Penasihat Kapolri Ungkap Kemungkinan FS Dijatuhi Hukuman Mati

Penasihat Kapolri Chairul Huda menjelaskan soal kemungkinan Ferdy Sambo tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Yudistira Wanne
Kolase
Penasihat Kapolri Chairul Huda menjelaskan soal kemungkinan Ferdy Sambo tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Penasihat Kapolri Chairul Huda menjelaskan soal kemungkinan Ferdy Sambo tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup.

Meski begitu, ia optimis dengan adanya keinginan dari Kejangung untuk menyatukan berkas Ferdy Sambo.

Menurut dia, menggabungkan dua kasus Ferdy Sambo maka akan menjadi salah satu faktor yang memperberat penjatuhan pidana.

"Tapi justru kalau dia dipisah, karena obstruction of justice-nya lebih dulu diproses kemungkinan akan bisa menjadi faktor yang memperingan," kata Chairul Huda dilansir dari Youtube Official iNews, Sabtu (17/9/2022).

Untuk itu, kata dia, jika kejaksaan berniat menjadikan kasus ini dalam satu dakwaan, ini cukup positif karena akan menjadi satu faktor yang memperberat.

"Karena ada perbarengan perbuatan, ada beberapa perbuatan pidana yang dilaukan oleh yang bersangkutan," lanjutnya.

Ia menjaslan, jika kasus ini digabungkan maka kasus utamanya yakni pembunuhan terhadap Brigdir J.

"Utamanya pembunuhan, karena ada obstruction of justice jadi memperberat," jelasnya.

Meski begitu, ia tetap khawatir ada upaya untuk meringankan hukuman terhadap Ferdy Sambo.

Baca juga: Diam-diam Putri Candrawathi Ternyata Jalani Pemeriksaan Tambahan, Dikenakan Wajib Lapor

"Tapi yang saya khawatirkan, kalau diajukan obstruction of justice-nya terlebih dahulu, maka dia akan diberi sanksi misalnya Pasal 221 9 bulan penjara, maka vonis ini akan jadi bagian pertimbangan majelis hakim yang mangadili kasus pembunuhan, sehingga tidak bisa menjatuhkan pidana mati," bebernya.

Karena dalam penjatuhan pidana mati tidak boleh dijatuhkan pidana yang lain.

"Oleh karena itu, maka ternyata ini digabungkan maka kemungkinan bahwa penjatuhan pidana maksimal tidak bisa dilakukan jadi terhindari," kata dia.

Ia juga membeberkan bahwa jika itu dilakukan, maka Ferdy Sambo akan lolos dari hukuman mati.

"Kalau obstruction of justice-nya lebih dulu, maka akan dijatuhkan pidana penjara katakanlah maksimum 9 bulan, maka kasus pembunuhannya itu tidak boleh lebih dari 20 tahun dikurangi 9 bulan. Karena pidana penjara selama waktu tertentu tidak boleh lebih dari 20 tahun. Jadi terhindarlah pidana yang sangat berat yaitu pidana mati dan seumur hidup," urai dia lagi.

Penasihat Kapolri Chairul Huda menjelaskan soal kemungkinan Ferdy Sambo tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup.
Penasihat Kapolri Chairul Huda menjelaskan soal kemungkinan Ferdy Sambo tidak dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup. (Youtube/Official iNews)
Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved