Demo Kenaikan BBM

5.000 Buruh Geruduk Komplek Pemkab Bogor, Kapolres dan Dandim 0621 Sampai Turun Tangan

Aliansi Pekerja/Buruh Bogor (APB2) menggelar aksi damai di depan komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor, Senin (19/9/2022).

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Aliansi Pekerja/Buruh Bogor unjuk rasa tolak kenaikan BBM dan meminta kenaikan upah di depan Komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor (19/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Aliansi Pekerja/Buruh Bogor ( APB2) menggelar aksi damai di depan komplek Pemerintahan Kabupaten Bogor, Senin (19/9/2022).

Aksi yang dilakukan APB2 itu yakni menolak kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM) bersubsidi.

Berdasarkan surat pemeberitahuan, terdapat 16 serikat pekerja yang akan melakukan aksi unjuk rasa.

Tertuang juga jumlah massa aksi yang akan turun ke jalan diprediksi berjumlah 5.000 orang.

Dari pantauan TribunnewsBogor.com, aparat keaman sudah bersiaga di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi unjuk rasa.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin dan Dandim 0621 Letkol Kav Gan Gan Rusgandara pun turut mengamankan jalannya aksi.

"Hampir 700 personel, ada Brimob, TNI, Pol PP, Dishub juga, mobil taktis juga," ujar Kabag Ops Polres Bogor, I Kadek Vemil kepada TribunnewsBogor.com, Senin.

Ada empat tuntutan yang dibawakan oleh massa aksi, diantaranya:

1. Menetapkan kenaikan UMK tahun 2023 sebesar 13 persen.

2. Menetapkan kenaikan upah masa kerja di atas satu tahun sebesar 13 persen.

3. Batalkan kenaikan harga bahan bakar minyak ( BBM).

4. Mencabut Undang-undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law).

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved