KPU : Kampanye di Kampus Dilarang Pakai Atribut

-  Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan meski dalam ketentuan UU Pemilu jelas ditegaskan bahwa kampanye di tempat pendidikan dilarang

Editor: Damanhuri
Kompas.com
Ketua KPU Hasyim Asyari. KPU melarang berkampanye di kampus menggunakan atribut Parpol. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM --  Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari mengatakan meski dalam ketentuan UU Pemilu jelas ditegaskan bahwa kampanye di tempat pendidikan dilarang, namun penjelasan Pasal 280 ayat (1) huruf h kampanye di kampus dibolehkan dengan syarat.

Sebagai informasi, Pasal 280 ayat (1) huruf h UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu berbunyi: Pelaksana, Peserta dan Tim Kampanye Pemilu dilarang menggunakan fasilitas pemerintah tempat ibadah dan tempat pendidikan.

"Pertanyaannya ini sesungguhnya kampanye di kampus boleh nggak? kalau kampus tempat pendidikan maka masuk kategori tidak boleh karena jelas dilarang. Clear ini ya," terang Hasyim dalam dialog interaktif 'Rakornas Sentra Gakkumdu' secara daring, Selasa (20/9/2022).

Berdasarkan penjelasan pasal tersebut, Hasyim menerangkan bahwa kampanye di kampus dibolehkan asal peserta pemilu hadir tanpa atribut kampanye, dan datang atas undangan dari pihak penanggung jawab lokasi seperti rektor.

"Mari kita baca penjelasannya fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan dapat digunakan jika peserta pemilu hadir tanpa atribut kampanye pemilu atas undangan dari pihak penanggung jawab fasilitas pemerintahan, tempat ibadah dan tempat pendidikan," lanjut Hasyim.

"Kalau ada politisi masuk kampus, kampanye, kena Pasal (280 ayat (1) UU Pemilu) ini nggak? Dilarang memang, tapi ada pengecualiannya sebagaimana dijelaskan pembentuk UU," ujarnya.

Sehingga kata Hasyim, atas pertimbangan tersebut, maka pembuktian pertama kali untuk melihat apakah peserta pemilu melanggar ketentuan atau tidak adalah dengan melihat ada tidaknya undangan dari pihak kampus.

"Kalau kita baca itu, sesungguhnya kampanye di kampus hanya boleh bila diundang pihak penanggung jawab. Nggak boleh peserta pemilu ujug-ujug datang kampanye," jelas Hasyim.

"Menurut saya pembuktian pertama adalah ada undangannya nggak? paling penting itu. Kalau nggak ada undangan, kena. Tapi kalau diundang orang kampus ya nggak kena," tutupnya.(*)

(Tribunnews.com, Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved