Breaking News:

Polisi Tembak Polisi

Siasat Kakak Asuh 3 Kali Gagal Lindungi Ferdy Sambo Terbongkar, Pengamat Khawatirkan Rencana Keempat

Seperti diketahui penetapan tersangka FS di kasus tewasnya Brigadir J ini memakan waktu lebih dari satu bulan, sejak insiden berdarah

Editor: khairunnisa
Antara Foto, M Risyal Hidayat
Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo akan menjalani sidang banding kode etik kasus pembunuhan Brigadir J. Teka-teki soal kakak asuh Ferdy Sambo belum terungkap. Sang kakak asuh diduga tiga kali melakukan upaya guna meringankan hukuman Ferdy Sambo 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Siasat kakak asuh guna melindungi Ferdy Sambo dari jerat hukuman berat kasus Brigadir J terbongkar.

Seperti diketahui, ' kakak asuh' diduga tiga kali gagal menyelamatkan Ferdy Sambo di kasus Brigadir J.

Soal dugaan adanya peran kakak asuh yang mencoba menyelamatkan Ferdy Sambo itu diungkap oleh Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran Bandung yang juga bekas penasehat Kapolri, Prof Muradi.

Muradi menyebut bahwa kakak asuh Ferdy Sambo itu sudah bermain sejak eks Kadiv Propam itu hendak dijadikan tersangka pembunuhan Brigadir J.

Penetapan tersangka pada FS yang cukup lama menjadi salah satu indikator pihaknya menilai ada intervensi kala itu.

Seperti diketahui penetapan tersangka FS di kasus tewasnya Brigadir J ini memakan waktu lebih dari satu bulan, sejak insiden berdarah yang terjadi 8 Juli 2022 lalu.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Tegaskan Tak Ada Ampun untuk Ferdy Sambo Setelah Dipecat, Gelarnya Dicabut !

"Kan ada empat tahapan nih, pertama, mereka sempat ramai soal penersangkaan FS, akhirnya gagal. Kapolri dengan timsus tetap menersangkakan yang bersangkutan."

"Saya melihatnya seperti itu, polanya kelihatan," kata Muradi dalam program Sapa Indonesia Malam KompasTV, Rabu (21/9/2022).

Kemudian upaya intervensi yang dilakukan selanjutnya para ' kakak asuh' itu pada saat Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) pemecatan Ferdy Sambo.

"Tahapan kedua adalah sidang komisi, mereka juga keras, tapi kemudian Pak Agung (Irwasum Polri Komjen Pol Agung Budi Maryoto) dan kawan-kawan menolak juga, akhirnya PTDH,” kata Muradi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved