IPB University

Pentingnya Pangan dan Pengolahannya Bagi Hidup yang Sehat, Ini Penjelasan Guru Besar IPB University

Prof Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University mengatakan masyarakat membutuhkan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Editor: Tsaniyah Faidah
Kompas.com/Shutterstock
Ilustrasi - Guru besar IPB University mengungkap pentingnya pangan dan pengolahannya sehingga bernilai gizi tinggi. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kebutuhan gizi setiap individu pasti berbeda, tergantung dari berbagai faktor.

Misalnya kondisi tubuh, usia, jenis kelamin dan aktivitas fisik. Zat gizi memiliki berbagai fungsi untuk kerja metabolisme dan pemeliharaan tubuh.

Namun seringkali kebutuhan gizi ini tidak seirama dengan kebutuhan pangan.

Prof Hardinsyah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University mengatakan masyarakat membutuhkan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi.

Dalam suatu negara, umumnya memiliki pakar atau lembaga untuk merumuskan angka kecukupan atau kebutuhan gizi masyarakat secara rata-rata.

Misalnya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang menentukan mutu gizi yang cukup setiap kelompok umur.

“Pada dasarnya angka yang diatur dalam Permenkes ini untuk mengukur angka gizi yang dibutuhkan demi memenuhi kebutuhan manusia dalam beraktivitas dan maintenance hingga pertumbuhan atau perbaikan sel tubuh yang rusak,” tandasnya.

Dalam pemenuhan zat gizi, lanjutnya, umumnya didasarkan oleh kebutuhan basal, kecuali bila ada faktor lain seperti penyakit dan aktivitas.

“Jangan selalu beranggapan bahwa konsumsi zat gizi berlebihan akan menjadi risiko kesehatan. Seharusnya didasarkan pada asupan yang optimum dan cara pengolahannya,” tambahnya.  

Cara menerjemahkan kebutuhan gizi menjadi kebutuhan pangan termasuk unik, karena pangan sangat beragam.

Sehingga dianjurkan untuk mengonsumsi berbagai jenis pangan untuk memenuhi zat gizi.

“Dari angka kebutuhan gizi diterjemahkan menjadi kebutuhan pangan, dapat dilakukan dengan merencanakan angka produksi di suatu wilayah. Sehingga lahir panduan atau pedoman gizi seimbang,” kata Prof Hardin.

Prof Dr Purwiyatno Hariyadi, Guru Besar Teknologi Pangan IPB University mengatakan pengolahan pangan dapat mempengaruhi mutu gizi produk pangan.

Seperti kehilangan beberapa zat gizi berupa vitamin dan mineral dari bahan segar.

Bisa juga terjadi peningkatan mutu gizi. Tergantung pemilihan bahan baku, formulasi dan pengolahan secara keseluruhan.

Ia menambahkan, berdasarkan salah satu dokumen World Health Organization tahun 1995, terdapat istilah teknologi pangan.

Food Technologist memiliki peran penting dalam pemenuhan gizi masyarakat dan seringkali diabaikan perannya dalam bidang kesehatan masyarakat.

“Teknologi pangan yang diterapkan dalam industri pengolahan pangan ini sangat penting untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas gizi pangan. Dan tidak kalah penting adalah memastikan keamanan pangan,” ujarnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved