Insiden Arema vs Persebaya

Jeritan Bocah 11 Tahun Tragedi Maut di Kanjuruhan, Jadi Yatim Piatu Usai Lihat Tubuh Ayah Terinjak

MA, sang bocah 11 tahun itu tak menyangka jika hari itu menjadi pertemuan terakhir bersama ibu dan juga ayahnya.

Penulis: Damanhuri | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Tribun Bogor/Handout/Sripoku.com
MA, bocah 11 tahun jadi Yatim Piatu usai nonton bola di Stadion Kanjuruhan. ayah dan ibunya meninggal dunia saat terjadi kerusuhan 

"Kurang lebih seperempat jam itu kok tidak keluar-keluar. Tiba-tiba saya dijawil anak mas saya dari belakang," kata Doni menceritakan pertemuannya dengan MA usai berhasil keluar dari Stadion Kanjuruhan.

Cuplikan rekaman suasana Stadion Kanjuruhan Malang setelah tragedi 174 orang tewas, Sabtu (1/9/2022).
Cuplikan rekaman suasana Stadion Kanjuruhan Malang setelah tragedi 174 orang tewas, Sabtu (1/9/2022). (Instagram)

Doni pun mengaku kaget mendengar MA mengatakan bahwa kakak dan iparnya masih berada di dalam stadion.

Kemudian, ia mencoba masuk ke stadion untuk mencari keluarganya yang masih hilang, namun upata itu gagal.

Akhirnya, setelah beberapa saat ia melihat kakak iparnya digotong orang-orang melewati pintu keluar.

"Setelah itu ada yang menggotong perempuan, saya lihat celananya seperti mbak ipar saya, ternyata benar," kata dia.

"Saya nggak bisa memastikan masih hidup atau tidak," imbuhnya.

Setelah menemukan kakak iparnya itu, Doni kembali berlari ke pintu stasion dan melihat kakak laki-lakinya digotong.

"Setelah mbak ketemu, saya lari ke pintu lagi. Saya lihat mas saya digotong, lalu diletakkan di samping pintu keluar," kata dia.

Kemudian, korban dipinggirkan keluar stadion dan dibawa ke RS Teja Husada, Kabupaten Malang.

"Jenazah sampai rumah sekitar subuh. Rencananya, dimakamkan di TPU Mergan (Kota Malang) satu liang lahat," kata Doni.

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved