Kesimpulan Sementara TGIPF : Stadion Kanjuruhan Ternyata Tak Layak untuk Pertandingan

Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bergerak cepat untuk mengusut tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Editor: Vivi Febrianti
pssi.org
Presiden Joko Widodo (dua dari kiri) kunjungi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, sehari setelah tragedi di stadion tersebut yang menewaskan 131 orang suporter Arema FC. Ternyata stadion itu sudah tak layak pakai. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Tim Gabungan Independen Pencari Fakta ( TGIPF) bergerak cepat untuk mengusut tragedi di Stadion Kanjuruhan.

Mereka melakukan peninjauan langsung, Sabtu (8/10/2022), untuk meneliti tiap sudut stadion yang dibangun pada 1997 itu.

Stadion kebanggaan warga Malang tersebut ternyata diresmikan penggunaannya oleh mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri pada 2004.

Pada tahun 2010, dilakukan renovasi sebagai syarat mengikuti Liga Champions AFC 2011 dengan menambah daya pada pencahayaan.

Namun, ternyata itu semua tak membuat Stadion Kanjuruhan menjadi layak pakai.

Anggota TGIPF yang juga merupakan AFC Safety Security Officer, Nugroho Setiawan mengungkapkan kesimpulan sementara bahwa Stadion Kanjuruhan tersebut tidak layak untuk menggelar pertandingan berisiko tinggi atau hight risk.

"Kesimpulannya sementara bahwa stadion ini tidak layak untuk menggelar pertandingan high risk match. Mungkin kalau itu medium atau low risk masih bisa," kata Nugroho dalam keterangan video Tim Humas Kemenko Polhukam RI, Minggu (9/10/2022).

Baca juga: Ditetapkan Sebagai Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Dirut PT LIB Masih Ikut Rapat

"Jadi artinya, untuk high risk match (pertandingan berisiko tinggi) kita harus membuat kalkulasi yang sangat konkret, misalnya adalah bagaimana cara mengeluarkan penonton pada saat keadaan darurat," kata Nugroho.

Dari penyelidikan sementara, kata dia, dalam keadaan darurat pintu masuk stadion berfungsi sebagai pintu keluar, tapi tidak memadai.

Selain itu, stadion tersebut tidak memiliki pintu darurat.

"Jadi mungkin ke depan perbaikannya adalah mengubah struktur pintu itu," kata Nugroho.

Baca juga: Dua Anggota Polri Belum Dicopot Meski Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Begini Pembelaan Polri

Selain itu, ia juga menyoroti aspek anak tangga. Menurutnya, ketinggian dan lebar tapak anak tangga stadion tersebut kurang ideal.

"Anak tangga ini kalau secara normatif di dalam safety discipline, ketinggian 18 cm, lebar tapak 30 cm. (Stadion) Ini tadi antara lebar tapak dengan ketinggian sama, rata-rata mendekati 30 cm," kata Nugroho.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved