Breaking News

Polisi Tembak Polisi

Kamaruddin Simanjuntak Sebut Putri Candrawathi Adalah Otak Pembunuhan Brigadir J, Ini Alasannya

Putri Candrawathi disebut sebagai otak pembunuhan Yosua oleh Kamaruddin Simanjuntak. Ini penjelasan detail pengacara Brigadir J

Tayang:
Editor: khairunnisa
Akun YouTube Kompas TV
Putri Candrawathi menjalani sidang perdana pembunuhan Brigadir J, Senin (17/10/2022). Putri Candrawathi disebut sebagai otak pembunuhan Yosua oleh Kamaruddin Simanjuntak 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kuasa hukum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak mengurai analisa mengejutkan di tengah proses persidangan kasus kliennya.

Kamaruddin menyebut bahwa Putri Candrawathi adalah otak di kasus tewasnya Brigadir J.

Kamaruddin mengungkap fakta-fakta terkait peran Putri Candrawathi dalam kasus ini.

Ia menyebut Putri turut merancang pembunuhan hingga menyiapkan uang untuk eksekutor yang membunuh Brigadir J.

"Putri ikut merancang pembunuhan itu, menyiapkan uangnya, ada perannya jelas menyiapkan uangnya dan merancang pembunuhannya," kata Kamaruddin, dikutip dari tayangan youTube tvOneNews, Selasa (18/10/2022).

Baca juga: Bharada E Minta Maaf, Ayah Brigadir J: Kami Memaafkan Eliezer, Tapi Kita Ikuti Terus Proses Hukum

Kamaruddin juga secara gamblang menyebut, Putri Candrawathi menggoda Brigadir J agar melakukan tindakan asusila untuk memenuhi hasratnya.

Namun niat Putri Candrawathi gagal hingga memprovokasi suaminya Ferdy Sambo untuk membunuh Brigadir J.

"Peran Putri pertama menggoda Yosua, menggoda supaya dia diperkosa tapi enggak kesampaian. Karena Yosua pernah mendengar khotbahnya Gilbert Lumoindong, dia pendeta terkenal 'kalau kamu digoda wanita yang tidak kamu kehendaki kamu berlari, bukan mendekat'. Nah Yosua sudah benar dia berlari keluar," kata Kamaruddin Simanjuntak.

Putri Candrwathi kemudian menelpon Ferdy Sambo dengan menyebut Brigadir J melakukan tindakan kurang ajar.

Menurut Kamaruddin, frasa kurang ajar itu hanya sebuah kesimpulan Putri Candrawathi yang tidak jelas maknanya.

Pernyataan itu, kata Kamaruddin, justru dinilai sebagai bentuk provokasi pada Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo menceritakan kejadian di Magelang yang membuat dirinya marah hingga kalap menghabisi Brigadir J.
Ferdy Sambo menceritakan kejadian di Magelang yang membuat dirinya marah hingga kalap menghabisi Brigadir J. (Kolase Kompas TV)

"Kurang ajar kan kesimpulan, harusnya ada fakta-fakta, apa sih kurang ajarnya? Artinya dia memprovokasi suaminya untuk membunuh, yaitu tanggal 7. "

"Dia menelepon sehingga suaminya (Ferdy Sambo) di Jakarta sudah menunggu untuk merancang kejahatan," tutur Kamaruddin.

Menurut Kamaruddin, pernyataan yang ia lontarkan itu juga diperkuat dengan tindakan Putri Candrwathi yang memanggil lagi Brigadir J ke kamar tidurnya.

Hal tersebut dinilai tak lazim, karena seorang korban pelecehan berani melakukan interaksi kembali dengan pelaku.

Baca juga: Daftar 12 Saksi yang Akan Diperiksa di Sidang Bharada E, Kamaruddin hingga Vera Simanjuntak

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved