Hari Sumpah Pemuda
Makna Teks Sumpah Pemuda, Beserta 14 Tokoh Penting di Balik Perumusan Naskah dan Perannya
Lahirnya Sumpah Pemuda tentunya tidak lepas dari tokoh-tokoh penting yang berjasa yang membuat keputusan ikrar Sumpah Pemuda.
Penulis: tsaniyah faidah | Editor: Tsaniyah Faidah
Tidak banyak yang tahu bahwa pria bernama lengkap Wage Rudolf Soepratman ini merupakan seorang wartawan dan pengarang.
Selain itu, dia juga pandai dalam memainkan biola.
Saat penutupan Sumpah Pemuda, dia memainkan sebuah lagu secara instrumental dengan biola (tanpa teks) yang kini dikenal sebagai lagu Indonesia Raya.
10. S. Mangoensarkoro
Merupakan seorang tokoh penting yang lahir pad tahun 1904.
Pria bernama lengkap Sarmidi Mangoensarkoro ini merupakan pejuang di bidang pendidikan.
Saat Kongres Pemuda I dan II, dia sering berbicara mengenai pendidikan untuk bangsa Indonesia.
Berkat konsentrasinya yang kuat dalam bidang tersebut, dia dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1949 hingga 1950.
11. A.K. Gani
Pria bernama asli Adnan Kapau Gani ini merupakan aktivgis pemuda yang lahir di Palembang, Sumatra Barat pada tahun 1905.
Dia bergerak dalam organisasi Jong Sumatra Bond.
Baca juga: 6 Negara Pertama yang Akui Kemerdekaan Indonesia, Mesir hingga Arab Saudi
12. Mohammad Roem
Mohammad Roem merupakan aktivis pemuda sekaligus mahasiswa hukum.
Rasa nasionalisme dalam dirinya terbakar setelah mendapatkan perlakukan diskriminatif di sekolah Belanda.
Akhirnya, pria yang sering disapa Moh.Roem ini bertekad untuk ikut serta dalam perumusan ikrar Sumpah Pemuda.
13. Kasman Singodimedjo
Perintis keberadaan Pramuka di Indonesia.
Dia juga dikenal sebagai orator yang ulung.
Pria kelahiran Purworejo, Jawa Tengah ini pernah menjabat sebagai Jaksa Agung INdonesia dari tahun 1945 hingga 1946.
14. Dolly Salim
Meski bukan merupakan anggota Kongres, Dolly Salim memiliki peran penting dalam Sumpah Pemuda.
Wanita bernama lengkap Theodora Athia Salim ini adalah sosok yang melantunkan lagu Indonesia Raya melalui biolanya.
Tak hanya itu, Dolly Salim bahkan juga melantunkan lirik lagu tersebut.
Namun, kata “merdeka” diganti dengan “mulia” agar Belanda tidak terusik.
Naskah Sumpah Pemuda
Pada 28 Oktober 1928, tepatnya di Jakarta, para pemuda berkumpul untuk mengikat janji yang disebut sebagai ‘Sumpah Pemuda’.
Sumpah Pemuda menjadi cikal bakal pergerakan pemuda Indonesia yang berjuang bersama meraih kemerdekaan Republik Indonesia.
Sumpah Pemuda saat itu dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito yang menjabat sebagai Ketua Kongres.
Di balik rumusan teks sumpah pemuda, ada peran Dr Moh Yamin yang disebut merumuskan deklarasi tersebut.
Lantas, bagaimana isi teks sumpah pemuda?
Isi Sumpah Pemuda adalah ikrar para pemuda yang dibacakan saat peristiwa Kongres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.
Berikut ini adalah isi teks Sumpah Pemuda seperti dikutip dari situs resmi Museum Sumpah Pemuda Kemdikbud.
Baca juga: Bunyi Naskah Sumpah Pemuda 28 Oktober, Simak Juga Latar Belakang Kemunculannya
Isi Sumpah Pemuda:
PERTAMA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,
TANAH INDONESIA.
KEDOEA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA.
KETIGA.
KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,
MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA.
Baca juga: Sejarah Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, Bersatunya Para Pemuda Demi Indonesia Merdeka
Dari ketiga poin isi Sumpah Pemuda itu, ada makna yang terkandung di dalamnya.
Seperti yang ada di alinea pertama, disebutkan bahwa 'mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia'.
Maksud kalimat tersebut adalah para pemuda dan pemudi di Indonesia akan memperjuangkan kemerdekaan bangsa hingga titik darah penghabisan.
Kemudian di alinea kedua, berbunyi 'mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia'.
Maksud pada alinea kedua tersebut adalah sebagai pemuda dan pemudi Indonesia yang berasal dari suku, ras dan agama yang berbeda, tetapi tetap bersatu dalam satu bangsa, yaitu Indonesia.
Lalu yang terakhir pada alinea ketiga Sumpah Pemuda, bertuliskan 'menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia'.
Pada alinea ketiga itu dimaksudkan para pemuda dan pemudi menegaskan untuk mempersatukan menjadi Indonesia, maka bahasa persatuan menjadi identitas keseluruhan.
Atas dasar itu kemudian setiap rakyat menjunjung bahasa Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/berikut-kumpulan-ucapan-selamat-hari-sumpah-pemuda.jpg)