Polisi Tembak Polisi
Ferdy Sambo Jalan Tegak Keluar Ruang Sidang, Pakar Ungkap Penyebab FS Bisa Sepede Itu: Ada Dukungan
Pakar Mikro Ekspresi menilai gestur dan mimik wajah para terdakwa beserta pengacaranya di sidang kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (1/11/2022).
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
"Pertama kita perlu sadari bahwa otak manusia ini yaitu bekerja secara sequensial dan simultan. Jadi kalau saya mengalami sebuah peristiwa, maka setiap langkah peristiwa itu akan disimpan, terpisah tapi saling berhubungan," jelasnya dilansir dari Kompas TV, Selasa (1/11/2022).
Baca juga: Putri Candrawathi Sempat Belikan Brigadir J Kemeja Rp 1 Juta, Bajunya Dibawa ke Ruang Sidang
Namun jika dirinya diminta menghapal sesuatu, maka ia akan menyimpan dalam sebuah sistem penyimpanan.
"Jadi bahwa kalau dia ditanya oleh majelis hakim, suruh menjelaskan apa yang dia alami, tapi dia jelaskan semua sesuai BAP, artinya itu sudah disimpan dalam sebuah media penyimpanan di otaknya, dan dia gak sanggup ngambil satu-satu. Artinya dia tidak mengalami sendiri," ungkap Kirdi Putra.
Kedua, ia menyoroti respon Susi saat hakim mendesak dirinya untuk jujur dan mengatakan kalau dia telah bebohong.
Susi ini tidak menjawab apapun, dia hanya diam. Menariknya ketika ada pertanyaan tentang ajudannya, langsung dijawab oleh Susi. Ada pola yang berbeda, jadi bagian situ dia cukup pede sementara yang lainnya diam," jelasnya.
Dirinya pun mengungkap kemungkinan yang menjadi alasan kenapa Susi memilih untuk diam dan tidak memberikan jawaban.
"Kenapa dia tidak menjawab, kemungkinannya cuma satu, dia punya kekhawatiran kalau dia menjawab maka dia harus menutupi jawaban tersebut dengan kebohongan lain yang belum dia siapin. Jadi lebih baik diam," bebernya.
Sebab kata dia, jawaban tidak tahu, lupa atau diam saja, merupakan pola yang sudah sangat umum terjadi.
Ia juga kemudian mengurai soal bahasa tubuh yang diperlihatkan oleh Susi di persidangan.
"Dari bahasa tubuh, posisi Susi rata-rata tangan sebelah kiri dilipat di bawah tangan sebelah kanan, dan dia bertahan di situ gak bergerak, gak berubah," jelas dia.
Menurutnya hal itu memperlihatkan bahwa Susi cemas saat memberikan kesaksian tersebut.
"Ini sebetulnya kita sebut sebagai holding position, ketika seseorang sedang nerveous, mereka cenderung megang sesuatu, butuh pegangan. Apakah itu micnya dipegangin, atau pegangan mic. Dalam hal ini Susi megang kaki yang ditumpukan tubuhnya," tuturnya.