Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo Jalan Tegak Keluar Ruang Sidang, Pakar Ungkap Penyebab FS Bisa Sepede Itu: Ada Dukungan

Pakar Mikro Ekspresi menilai gestur dan mimik wajah para terdakwa beserta pengacaranya di sidang kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (1/11/2022).

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Damanhuri
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (1/11/2022). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM — Pakar Mikro Ekspresi menilai gestur dan mimik wajah para terdakwa beserta pengacaranya di sidang kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (1/11/2022).

Pada persidangan yang beragendakan mendengarkan para saksi ini, Ferdy Sambo disebut masih percaya diri.

Bahkan saat dipertemukan dengan keluarga almarhum Brigadir J, Ferdy Sambo juga masih tampak tenang dan bisa mengontrol ekspresinya.

Pun saat keluar meninggalkan ruang sidang, Ferdy Sambo masih berjalan tegap, padahal ia tengah menghadapi kasus yang berat.

Hal itu rupanya dinilai wajar oleh Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra, jika melihat background Ferdy Sambo yang merupakan seorang jenderal.

“Buat saya kalau kita bicara kemampuan Pak FS ini, kita enggak perlu meragukan bahwa dia pasti punya kemampuan untuk menjaga tatapannya, ekspresi wajahnya dengan baik,” kata Kirdi Putra dilansir dari Youtube tvOneNews, Rabu (2/11/2022).

Hal itu dikarenakan, kata dia, pengalaman Ferdy Sambo sebagai penegak hukum dan berhadapan dengan banyak pelaku kriminal sudah tak perlu diragukan lagi.

“Itu menurut saya bisa mendidik seseorang untuk bisa seperti tidak punya ekspresi atau orang susah untuk membaca ekspresinya,” jelas dia.

Namun meski menunjukan ekspresi yang datar, ia bisa menangkap dari gestur yang diperlihatkan selama persidangan.

“Bagaimana cara dia kemudian duduk, cara dia berjalan, ketika proses persidangan dia masih bisa membolak balik catatan yang dia punya, kemudian dengan kalem memandang ke arah JPU, pengacara, majelis hakim,” tutur dia.

Baca juga: Hari Ini Kuat Maruf dan Bripka RR Akan Jalani Sidang Pemeriksaan Saksi di PN Jakarta Selatan

Hal itu bisa disimpulkan bahwa Ferdy Sambo masih memiliki rasa percaya diri yang besar.

“Buat saya ini adalah sebuah gabungan dari berbagai macam ekspresi yang kemudian bisa kita simpulkan sementara, ini adalah kepecayaan diri, pede,” kata dia.

Ia pun mengungkap ada dua alasan yang membuat Ferdy Sambo bisa percaya diri seperti itu.

“Pertama, dia memang tidak bersalah atas semua tuduhan dalam persidangan tersebut sehingga dia percaya diri bahwa semua akan mendukung dia, mulai dari bukti, aksi dan sebagainya,” tandasnya.

Kemudian yang kedua, lanjutnya, Ferdy Sambo memiliki sesuatu atau seseorang yang membuat dia tenang. 

Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat kesal dengan pertanyaan pengacara Ferdy Sambo. Alhasil, Samuel pun mengurai jawaban telak atas pertanyaan dari Arman Hanis. Jawaban ayah Brigadir J itu pun disambut riuh pengunjung persidangan
Pakar Mikro Ekspresi menilai gestur dan mimik wajah para terdakwa beserta pengacaranya di sidang kasus pembunuhan Brigadir J, Selasa (1/11/2022). (kolase Youtube)

“Sebuah hal yang ‘dukungan’ buat dia atau seseorang yang ‘mendukung’ dia, sehingga dia merasa yakin bahwa apapun yang terjadi nanti bahwa posisi dia masih sangat kuat. Sesuatu atau seseorang itu kita enggak tahu, tapi secara fakta dari tarikan yang bisa kita lihat dua hal ini yang paling mungkin terjadi pada FS, sehingga dia bisa sepede itu,” bebernya.

Hal itu kata dia, berbeda jauh dengan Putri Candrawathi yang terlihat tidak percaya diri.

“Yang terlatih sebagai penegak hukum kan FS ya, PC walaupun seorang istri jenderal bintang dua, sehari-hari tidak menghadapi kasus seperti FS. Jadi pasti keterlatihan PC beda jauh dengan FS, makanya bisa kita lihat PC kelihatan lebih terbuka secara emosi,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, yang mengetahui semua gambarannya adalah Ferdy Sambo.

“Pada kasus ini kan centralnya FS, PC cuma salah satu bagian. Wajar kalau PC tidak setegar FS, karena yang tahu gambaran lengkap semuanya adalah FS,” ujarnya.

Baca juga: Bantah Adik Brigadir J, Putri Sebut Sudah Biasa Kasih Barang ke Anggota Polri: Tidak Spesial

Sementara itu, Handoko Gani, Pakar Mikro Ekspresi justru melihat ada yang janggal pada pernyataan kuasa hukum Putri Candrawathi, Febri Diansyah.

Ia melihat bahwa semakin lama, Ferbri Diansyah makin terlihat tak yakin dengan kata-katanya.

“Justru saya lihat makin lama agak kurang yakin ya dengan kata-kata yang dirangkai ini agak beribet. Saya cukup sering melihat Bang Febri Diansyah ketika masih di KPK, menyampaikan poin demi poin itu sangat langsung, spontan dan tertata,” katanya dilansir dari tvOneNews, Rabu (2/11/2022).

Dirinya pun melihat bahwa Febri Diansyah memainkan kata-kata yang justru jadi terlihat janggal.

“Tapi ini tadi saya lihat ada beberapa kata yang balik lagi balik lagi, salah satu yang menarik adalah kata ‘yang lain’ , ini maksudnya apa? kenapa ada kata pengadilan yang lain. Itu aja sih, saya melihatnya ada yang janggal,” tandasnya.

Ekspresi Susi 

Pakar Mikro Ekspresi Kirdi Putra menduga saksi ART Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Susi, tidak benar-benar mengalami apa yang ia jelaskan di depan majelis hakim.

Hal itu, kata dia, terlihat pada ekspresi dan gestur yang diperlihatkan oleh Susi saat menjalani sidang di Pengdilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).

Ia juga mengungkap kemungkinan kepada Susi lebih banyak diam saat didesak oleh hakim.

Kirdi Putra pun mengatakan ada tiga poin yang ia perhatikan dari Susi saat menjalani sidang tersebut.

"Pertama kita perlu sadari bahwa otak manusia ini yaitu bekerja secara sequensial dan simultan. Jadi kalau saya mengalami sebuah peristiwa, maka setiap langkah peristiwa itu akan disimpan, terpisah tapi saling berhubungan," jelasnya dilansir dari Kompas TV, Selasa (1/11/2022).

Baca juga: Putri Candrawathi Sempat Belikan Brigadir J Kemeja Rp 1 Juta, Bajunya Dibawa ke Ruang Sidang

Namun jika dirinya diminta menghapal sesuatu, maka ia akan menyimpan dalam sebuah sistem penyimpanan.

"Jadi bahwa kalau dia ditanya oleh majelis hakim, suruh menjelaskan apa yang dia alami, tapi dia jelaskan semua sesuai BAP, artinya itu sudah disimpan dalam sebuah media penyimpanan di otaknya, dan dia gak sanggup ngambil satu-satu. Artinya dia tidak mengalami sendiri," ungkap Kirdi Putra.

Kedua, ia menyoroti respon Susi saat hakim mendesak dirinya untuk jujur dan mengatakan kalau dia telah bebohong.

Susi ini tidak menjawab apapun, dia hanya diam. Menariknya ketika ada pertanyaan tentang ajudannya, langsung dijawab oleh Susi. Ada pola yang berbeda, jadi bagian situ dia cukup pede sementara yang lainnya diam," jelasnya.

Dirinya pun mengungkap kemungkinan yang menjadi alasan kenapa Susi memilih untuk diam dan tidak memberikan jawaban.

"Kenapa dia tidak menjawab, kemungkinannya cuma satu, dia punya kekhawatiran kalau dia menjawab maka dia harus menutupi jawaban tersebut dengan kebohongan lain yang belum dia siapin. Jadi lebih baik diam," bebernya.

Sebab kata dia, jawaban tidak tahu, lupa atau diam saja, merupakan pola yang sudah sangat umum terjadi.

Ia juga kemudian mengurai soal bahasa tubuh yang diperlihatkan oleh Susi di persidangan.

"Dari bahasa tubuh, posisi Susi rata-rata tangan sebelah kiri dilipat di bawah tangan sebelah kanan, dan dia bertahan di situ gak bergerak, gak berubah," jelas dia.

Menurutnya hal itu memperlihatkan bahwa Susi cemas saat memberikan kesaksian tersebut.

"Ini sebetulnya kita sebut sebagai holding position, ketika seseorang sedang nerveous, mereka cenderung megang sesuatu, butuh pegangan. Apakah itu micnya dipegangin, atau pegangan mic. Dalam hal ini Susi megang kaki yang ditumpukan tubuhnya," tuturnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved