Polisi Tembak Polisi

'Masih Disegani' Cerita Keluarga Brigadir J Dapat Perlakuan Berbeda saat Sidang Bareng Ferdy Sambo

Menurut Roslin Simanjuntak, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) itu diduga masih memiliki kekuasaan hingga disegani.

Penulis: Damanhuri | Editor: Damanhuri
Kolase
'Masih Disegani' Cerita Keluarga Brigadir J Dapat Perlakuan Berbeda saat Sidang Bareng Ferdy Sambo 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keluarga Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J mengaku mendapat perlakuan berbeda saat sidang bareng terdakwa kasus pembunuhan berencana, Ferdy Sambo.

Hal itu diungkapkan Bibi dari almarhum Brigadir J yakni Roslin Simanjuntak.

Seperti diketahui, keluarga Brigadir J sempat mengadiri sidang kasus pembunuhan berencana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mereka dihadirkan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan untuk dimintai keterangan sebagai saksi ata wafatnya Brigadir J.

Namun, keluarga yang datang jauh-jauh dari Jambi itu mengaku mendapat perlakukan lain ketika menjadi saksi terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Menurut Roslin Simanjuntak, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) itu diduga masih memiliki kekuasaan hingga disegani.

“Saya rasa itu masih ada relasi kekuasaan kenapa ada perbedaan antara terdakwa satu dengan yang satu lagi,” kata dia.

Ia menceritakan, ada aturan berbeda ketika pihak keluarga almarhum Brigadir J dihadapkan menjadi saksi terdakwa Ferdy Sambo.

Perbedaan perlakuan itu diungkapkan tante Brigadir Yosua, Roslin Simanjuntak dalam program Rosi, Kompas TV ketika mereka menjadi saksi.

Perbedaan perlakuan saat memasuki ruang sidang di PN Jakarta Selatan itu saat terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati.

Ketika menjadi saksi dengan terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawati, tante almarhum Brigadir Yosua itu merasakan adanya aturan yang berbeda di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Tentu perbedaan perlakuan itu terjadi bila dibandingkan saat menjadi saksi di persidangan dengan terdakwa Kuat Ma'ruf, Richard Eliezer, atau Bharada E.

Bahkan, keluarga almarhum harus diperiksa melalui metal detector sebelum menjalani sidang dengan terdakwa Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

“Ketika masuk persidangan Putri Candrawati dan Sambo diperiksa semua dan handphone-handphone kita tidak boleh kita bawa ke ruang persidangan,” ujarnya dikutip dalam tayangan Rosi Kompas TV, Kamis (3/11/2022) malam.

Roslin Emika Simanjuntak, tante atau Inang Uda Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, menceritakan bagaimana secara ajaib, jenazah Brigadir J memberi tanda-tanda ke dirinya, yang seakan-akan tubuhnya berbicara agar ia membuka pakaian di jenazah untuk melihat kejanggalan atas kematian Brigadir J tersebut.
Roslin Emika Simanjuntak, tante atau Inang Uda Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat, menceritakan bagaimana secara ajaib, jenazah Brigadir J memberi tanda-tanda ke dirinya, yang seakan-akan tubuhnya berbicara agar ia membuka pakaian di jenazah untuk melihat kejanggalan atas kematian Brigadir J tersebut. (kolase)
Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved