Viral di Medsos

Bikin Video Syur Hubungan Bertiga Bareng Kebaya Merah, Mahasiswi Asal Bali Ini Dapat Honor Rp 3 Juta

Seorang mahasiswi kelahiran Denpasar, Bali ditetapkan sebagai tersangka video syur Kebaya Merah. Ia mendapat honor Rp 3 juta dari penjualan video.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Ist
Seorang mahasiswi kelahiran Denpasar, Bali ditetapkan sebagai tersangka video syur Kebaya Merah. Ia mendapat honor Rp 3 juta dari penjualan video. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Seorang mahasiswi kelahiran Denpasar, Bali ditetapkan sebagai tersangka video syur Kebaya Merah.

Mahasiswi yang kini tinggal di Sidoarjo itu terseret kasus kabaya merah setelah videonya ikut-ikutan viral di media sosial.

Ia ditetapkan tersangka karena menjadi orang ketiga di salah satu video yang diproduksi oleh ACS (29) dan AH (24).

Wanita berinisial CZ itu terlibat sebagai model atau pemeran wanita dalam sebuah tema video dewasa bersama ACS dan AH, bertemakan hubungan badan dengan tiga orang (Threesome).

CZ menyusul ditetapkan tersangka setelah sebelumnya ACS dan AH dijadikan tersangka lebih dulu.

Ia oleh penyidik di sebuah kawasan Kabupaten Sidoarjo, pada Kamis (10/11/2022), dan ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (11/11/2022) setelah menjalani serangkaian penyidikan.

"Iya benar, di Sidoarjo (1 tersangka baru telah diamankan)," ujar Direktur Ditreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman, dilansir TribunnewsBogor.com dari TribunJatim.com, Selasa (15/11/2022).

Saat menjadi model video syur ACS dan AH, CZ diketahui menerima honor atau bayaran atas video yang mereka produksi.

Honor yang ia dapat dari hasil penjualan video tersebut yakni Rp 3 juta rupiah.

Pada video syur tersebut, CZ menjadi pemeran wanita kedua, bersama tersangka AH, dan melakukan hubungan dewasa dengan tersangka ACS.

Baca juga: Seorang Mahasiswi Asal Bali Ditetapkan Sebagai Tersangka Baru Kasus Video Syur Kebaya Merah

Video bertema tersebut, dipotong menjadi 18 bagian (part), dan sempat beredar di Twitter.

Belasan video tersebut, juga tersimpan di dalam hardisk laptop, milik tersangka ACS.

Farman menjelaskan, proses pembuatan video bertajuk 1 lawan 3 itu, dilakukan di sebuah hotel Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, sekitar bulan Maret 2022.

"Yang threesome itu, 18 part, bukan 15 part, BDSM, down age, disiplin, sadism, and masocism," katanya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved