Gempa Bumi Cianjur

Kekurangan Logistik, Pengungsi di Sarampad Cianjur Empat Hari Berturut-turut Makan Mie Instan

Terputusnya akses jalan membuat penyaluran bantuan untuk di wilayah tersebut terhambat.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Pengungsi di Kampung Cisarua, Kecamatan Sarampad, Kabupaten Cianjur kekurangan bantuan logistik (24/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIANJUR - Penderitaan terus dirasakan warga Cianjur khususnya yang berada di Kampung Cisarua, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Jawa Barat.

Selain rumah-rumahnya hancur porak poranda akibat gempa bumi yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu, akses jalan yang menuju kampung tersebut pun terputus.

Terputusnya akses jalan membuat penyaluran bantuan untuk di wilayah tersebut terhambat.

Ketua RT setempat, Ujang Mulyana mengungkapkan, di wilayah tersebut terdapat tiga titik posko penghuni yang diisi lebih dari 300 jiwa.

Karena penyaluran bantuan logistik ke wilayahnya terhambat, para pengurus lingkungan harus mencari cara agar masyarakat tercukupi meskipun logistik yang masuk masih minim.

"Ini dikasih jatah makan engga full sehari tiga kali, cuma dua kali, karena kami menjaga stok persediaan makanan," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (24/11/2022).

Selain harus mengurangi porsi jadwal makan, sejak hari pertama gempa bumi hingga memasuki hari keempat pasca gempa ini masyarakat terpaksa harus mengkonsumsi mie instan setiap hari.

Baca juga: Banyak Korban Meninggal Akibat Gempa Cianjur, Warga Benjot Menggelar Tahlilan di Tenda Pengungsian

Hal tersebut mau tidak mau harus dirasakan warga, pasalnya, bantuan logistik yang diterima oleh warga berupa makanan instan.

Padahal, dengan mengonsumsi mie instan setiap hari, tidak baik untuk kesehatan.

Namun hal tersebut mau tidak mau harus dilakukan agar tetap bertahan hidup.

"Makannya nasi sama mie, terus telor paling yang udah masuk mah, kalau lauk pauk mah belum," katanya.

Dengan pasokan logistik yang belum maksimal, persediaan makanan di wilayab tersebut semakin menipis.

"Ini karena akses jalannya yang masih sulit, jadi yang kesini bener-bener yang maksain, stok makanan masih tersedia untuk tiga hari," ungkapnya.

Baca juga: Gempa Cianjur, Ibu Hamil Lari ke Masjid Untuk Berlindung, Jasadnya Ketemu Setelah 4 Hari Hilang

Selain membutuhkan bantuan logistik, msyarakat juga membutuhkan air bersih untuk kebutuhan MCK, sebab saat ini di wilayah tersebut aliran airnya keruh.

"Iya pake air keruh untuk nyuci, kalau mandi sementara ini pengungsi masih belum berani mandi, mungkin ada juga berusaha untuk cari air yang bersih di sumur-sumur," katanya.

Saat ini pengurus wilayah setempat terus berupaya untuk membuka jalan menggunakan eksavator kecil agar bisa kembali dilalui kendaraan.

Dengan begitu, akes mobilitas di Kampung Cisarua bisa dengan mudah dilalui dan warga di wilayah setempat bisa mendapatkan bantuan logistik yang cukup.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved