Polisi Tembak Polisi

2 Alasan Jaksa Erna Tak Lagi Tangani Kasus Putri Candrawathi, Suara Lantangnya Dinanti Kubu Yosua

Jaksa Erna Normawati tak lagi menangani kasus Putri Candrawathi. Sebelumnya, Jaksa Erna disorot lantaran garang dan agresif mencecar kubu Istri Sambo

Penulis: khairunnisa | Editor: Vivi Febrianti
kolase Youtube
Jaksa Erna Normawati tak lagi menangani kasus Putri Candrawathi. Sebelumnya, Jaksa Erna disorot lantaran garang dan agresif mencecar kubu Putri Candrawathi di kasus kematian Brigadir J 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Sosok anggota Jaksa Penuntut Umum ( JPU), Erna Normawati kembali jadi sorotan di kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat ( Brigadir J).

Usai banyak diperbincangkan karena garang mencecar kubu Putri Candrawathi di persidangan, Jaksa Erna tak lagi hadir di persidangan yang biasa digelar di PN Jakarta Selatan.

Suara lantang Jaksa Erna pun tak lagi terdengar hingga kursi JPU yang biasa ia duduki digantikan oleh jaksa lain.

Rupanya Kejaksaan Agung telah mengganti Erna dalam menangani perkara Putri Candrawathi.

Terkait hal tersebut, pihak Kejaksaan Agung pun mengurai alasan penggantian Jaksa Erna.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribunnews.com, Kapuspenkum Kejaksaan Agung Ketut Sumedana tak menampik bahwa tugas Jaksa Erna di kasus istri Ferdy Sambo telah digantikan jaksa lain.

Keputusan tersebut telah diambil oleh pimpinan tertinggi Kejaksaan Agung.

Karenanya, Ketut pun meminta agar tidak tampilnya Jaksa Erna di persidangan Putri Candrawathi sebagai sesuatu hal yang negatif.

Sebab, ada dua alasan kuat kenapa Jaksa Erna diganti.

Alasan pertama adalah karena Erna Normawati ditempatkan untuk pekerjaan dan perkara yang jauh lebih penting.

“Iya betul, kalau ada pekerjaan yang lebih penting, tentunya kita rolling,” ucap Ketut Sumedana dilansir pada Jumat (25/11/2022).

Baca juga: Profil Erna Normawati, Jaksa Penuntut Bersuara Lantang yang Garang Tolak Pembelaan Putri Candrawathi

Alasan kedua adalah karena pimpinan dari Kejaksaan lah yang berhak menilai kemampuan jaksa untuk menangani perkara.

Diungkap Ketut Sumedana, penunjukan tim JPU dilakukan berdasarkan kemampuan dan keahlian, bukan tekanan dari orang lain.

“Orang-orang ini yang ditunjuk punya kapasitas kemampuan, keahlian yang berbeda-beda, pimpinan lebih tahu berdasarkan evaluasi,” kata Ketut Sumedana.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved