Korupsi RSUD Parung Beda Hitungan, Kejari dan BPK Selisih Rp 23 Miliar, Ini Kata Plt Bupati Bogor

Berdasarkan hasil penyelidikan Kejari tedapat dugaan mark up dan kekurangan volume, yang mengakibatkan negara mengalami kerugian mencapai Rp 36 miliar

TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku tidak mengetahui adanya temuan Kejari adanya dugaan korupsi dalam pembangunan RSUD Parung yang merugikan negara Rp 36 miliar (31/10/2022) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku tidak mengetahui hasil penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor adanya dugaan korupsi dalam pembangunan RSUD Parung.

Dari penyelidikan yang di lakukan oleh Kejari, terdapat perbedaan dengan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK).

Iwan Setiawan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor berpatokan dengan hasil temuan BPK, dan tidak mengetahui asal usul hasil penyelidikan Kejari.

"Pegangan kami BPK, kalau BPK Rp 13 miliar. Kalau kejari belum tau tuh itunganhya dari mana," ujar Iwan Setiawan kepada wartawan.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kejari tedapat dugaan mark up dan kekurangan volume, yang mengakibatkan negara mengalami kerugian mencapai Rp 36 miliar.

Baca juga: Selalu Mangkir, Kejari Kabupaten Bogor Bakal Jemput Direktur PT JSE Terkait Pembagunan RSUD Parung

Sedangkan hasil temuan BPK ialah Rp 13 miliar, yang berasal dari denda dan kekurangan volume.

"Kemarin LHP BPK Rp 10 miliar denda dan Rp 3 miliar kurang volume, itu sudah diputus dan kembalikan ke kas daerah," katanya.

Karena merasa sudah menyelesaikan persolan temuan BPK, Iwan Setiawan mengatakan akan melaunching gedung A RSUD Parung pada Desember ini.

"Nanti, RSUD Parung ini untuk pengadaan alkes untuk klinik Tahun 2022 ini bisa operasional. Sebetulnya sudah clear semua, target kita operasional masih belum rumah sakit, tapi klinik," tandasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved