Polisi Tembak Polisi

Bandingkan Emosi Bharada E dan Putri Candrawathi, Pakar Mikro Ekspresi Sebut Eliezer Lebih Natural

Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari membandingkan emosi yang muncul di wajah Bharada E dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Penulis: Vivi Febrianti | Editor: Soewidia Henaldi
Kolase
Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari membandingkan emosi yang muncul di wajah Bharada E dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari membandingkan emosi yang muncul di wajah Bharada E dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

Menurut Monica Kumalasari, Bharada E terlihat lebih spontan dan natural saat memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).

Selain itu menurut dia, emosi yang dominan terlihat pada Bharada E yakni kesedihan dan kemarahan.

Sementara itu, ia mengaku tak melihat adanya nilai emosi yang ditampilkan oleh Putri Candrawathi.

"Sidang kali ini, yang kemarin, semua masyarakat terkejut bahwa melihat segala sesuatu yang disampaikan semuanya menjadi lebih natural dan apa yang disampaikan ini merupakan sesuatu yang lancar, yang spontan, dan bahkan ketika mengatakan tidak tahu pun juga spontan saja," kata Monica Kumalasari dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Official iNews, Jumat (2/12/2022).

Menurut dia, baik ekspresi dan pernyataan yang disampaikan oleh Bharada E, ada sinkronisasi.

"Kalau kita lihat di sini ada sinkronisasi antara apa yang disampaikan statement-nya dengan ekspresi di wajah baik makro maupun mikronya, berikut juga dengan body language-nya juga dengan voice, tonality dan sebagainya," jelas dia.

Ia juga menjelaskan, ada raut kesedihan yang muncul saat Bharada E menceritakan detik-detik dirinya menembak Brigadir J.

"Nah ketika yang paling krusial yang bisa kita amati di sini adalah ketika mengatakan Eliezer ini menembak dan kemudian proses ketika ini terjadi maka juga dari kita lihat dari beberapa otot di wajahnya juga yang bertanggung jawab terhadap rasa kesedihan ini juga terlihat dan muncul," kata dia.

Hal itu, kata Monica Kumalasari, terlihat pula pada intonasi dan kedipan mata yang muncul di wajah Bharada E.

"Kemudian ini juga ditunjukkan dengan suara yang tercekat terus kemudian ada blinking rate, tanda bahwa seseorang itu stress itu adalah ada blinking rate atau kedipan mata yang meningkat," jelasnya.

Baca juga: Bharada E Dinilai Jalankan Peran Secara Utuh, Gayus Lumbuun: Dia Harus Bertanggung Jawab

"Jadi apa yang ditunjukkan, apa yang disampaikan, oleh apa yang ditunjukkan secara bahasa nonverbalnya, ini semua adalah merupakan hal yang kongruen," tambahnya.

Menurut dia, ekspresi yang diperlihatkan oleh Bharada E di persidangan sangat lepas dan spontan.

"Jadi kalau ada seseorang itu berpikir maka ada tanda-tanda di wajahnya yang menunjukkan kognitif loading, tetapi sekarang semuanya menjadi lepas, menjadi spontan, tanpa berpikir panjang dan juga diikuti dengan kanal-kanal tubuh yang lain," tutur dia.

Spontanitas itu, kata dia, terlihat di berbagai hal.

Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari membandingkan emosi yang muncul di wajah Bharada E dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari membandingkan emosi yang muncul di wajah Bharada E dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. (Kolase)

"Mulai dari ekspresi, mulai dari gestur, bahkan ketika menunjukkan harus memperagakan sesuatu, ini memang spontan saja dan juga konsisten dari cerita yang disampaikannya," katanya.

Menurutnya, apa yang disampaikan oleh Bharada E itu sangat natural dan tidak seperti sedang menghapal.

"Bukan sesuatu yang redaksional, tetapi sesuatu yang disampaikan dengan kemampuan ingatan yang bisa disampaikan, dan juga Eliezer ini memang terlihat juga bahwa kapasitas untuk mengingat sesuatu lumayan bagus," ujar Monica Kumalasari.

Kemudian soal emosi yang terlihat selama persidangan, kata dia, lebih banyak menampilkan emosi sedih.

"Emosi yang terlihat di sini adalah emosi rasa sedih yang mendalam dan juga kalau kita perhatikan ada emosi rasa marah, nah rasa marah itu bisa disebabkan oleh banyak hal," ungkapnya.

"Bisa marah kepada diri sendiri karena akhirnya tidak mampu untuk menahan permintaan ini, dan juga marah banyak hal kepada Pak Ferdy Sambo dan Ibu Putri, dan segala yang menyebabkan problem ini menjadi terjadi," lanjut dia.

Sehingga menurut dia, emosi yang dominan pada Bharada E yakni kesedihan yang mendalam dan kemarahan.

Baca juga: Pengacara Ferdy Sambo Bantah Kliennya Pisah Rumah dari Putri, Sebut Cerita Bharada E Cuma Karangan

Ia juga membandingkan emosi tersebut dengan Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.

"Kita memang melihat ada kesedihan yang terlihat di ibu PC maupun Ferdy Sambo, kalau saya bikin prioritas, ibu putri apakah lebih terasa menyesal atau sedih dari Ferdy Sambo? Saya justru malah melihat bahwa Ferdy Sambo ini juga lebih spontan dalam berekspresi juga, karena kita tidak mendapat spontanitas itu maupun juga niilai dari emosi yang ditampilkan oleh Putri," bebernya.

Dirinya pun mengurai bahwa emosi Putri Candrawathi tidak nampak.

"Jadi ibu putri sangat tegang sekali, jadi tidak nampak emosi-emosi yang genuine. Ya karena juga secara verbal pertanyaan yang ditanyakan tidak bisa dijawab dengan jawaban tidak tahu, sehingga tidak ada emosi atau ekspresi yang keluar juga," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved