UMK Bogor 2023

UMK Kota Bogor Direkomendasikan Naik 7,14 Persen, Begini Sikap Pengusaha dan Buruh

Perbedaan sikap itu muncul ditengah Upah Minimum Kota (UMK) Kota Bogor yang direkomendasikan Pemkot Bogor naik menjadi 7,14 persen. Sikap berbeda itu

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
para serikat buruh yang melakukan aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu terkait upaya kenaikan UMK Bogor 2023 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dua sikap yang beda ditunjukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo) dan Serikat Pekerja Nasional ( SPN) Kota Bogor.

Perbedaan sikap itu muncul ditengah Upah Minimum Kota ( UMK) Kota Bogor yang direkomendasikan Pemkot Bogor naik menjadi 7,14 persen.

Sikap berbeda itu ditunjukan oleh Apindo yang menganggap bahwa kenaikan 7,14 persen sesuai Permenaker 18 Tahun 2022 cukup sangat memberatkan pihak pengusaha.

"Kami keberatan dengan Permenaker itu yang saat ini menggunakan rumus formula tertentu," kata Sukoco, Ketua DPC Apindo saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

Sukoco menjelaskan, persentase itu terlalu memberatkan pihaknya ditengah situasi kondisi yang saat ini berhadapan dengan krisisi global.

Jangankan 7,14 persen, sambung Sukoco, persentase 4 persen saja cukup memberatkan pihaknya.

"Karena kondisi kita ya terutama yang  padat karya sangat berkurang sekali orderannya tahun ini dengan kondisi ekonomi global yang ada," jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya saat ini beranggapan dan beracuan untuk tidak mengikuti Permenaker No 18 Tahun 2022.

Pihaknya memilih untuk berpacuan kepada PP No 36 Tahun 2021.

Bahkan, ketika tidak bisa menggunakan PP Nomor 36 Tahun 2022, Apindo memilih menggunakan aturan sendiri untuk memperhitungkan skala kenaikan upah saat ini.

"Kalau serikat itu kan itu kan tuntutannya 13  persen kalau Apindo kan kalau kota Bogor sekitar 1,55 persen. Kalau sesuai PP nomor 36 itu," tambahnya.

Meski begitu, ditengah rekomendasi Pemkot Bogor menaikan 7,14 persen, Apindo saat ini memang sudah mengusulkan persentase kenaikan sebesar 4,55 persen yang beracuan dengan Permenaker.

Baca juga: UMK Bogor 2023 Segera Diumumkan, Segini Perkiraan Besaran UMR Kota dan Kabupaten

"Kita mengusulkan jika tetap menggunakan Permanaker No 18 Tahun 2022, kita persentasenya 4,55 persen atau setara dengan nilai 100 ribu lebih. Kalau tidak sepakat, ya kita kembali ke laptop menolak Permenaker Nomor 18 dan kembali ke PP Nomor 36 Tahun 2021," jelasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved