Tawuran Pelajar di Cibinong Bogor Pecah Menjelang Maghrib, Saksi Mata: Ada yang Kebacok

Aksi yang sangat meresahkan masyarakat tersebut terjadi sekira pukul 17.50 WIB, saat hari mulai berganti gelap.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
Dok Warga
Aksi tawuran di depan SPBU yang berada di dekat Taman Makam Pahlawan Pondok Rajeg, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Tawuran pelajar pecah di depan SPBU yang berada di dekat Taman Makam Pahlawan, Kelurahan Pondok Rajeg, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Aksi yang sangat meresahkan masyarakat tersebut terjadi sekira pukul 17.50 WIB, saat hari mulai berganti gelap.

Salah seorang saksi mata, Randi (27) mengungkapkan, saat itu disekitaran area SPBU tersebut terdapat sejumlah pelajar SMA kurang dari 10 orang yang sedang nongkrong.

Kemudian, datang sekelompok pelajar SMA lainnya dengan jumlah yang lebih banyak  melakukan konvoi menggunakan sepeda motor melintasi jalan tersebut.

Randi mengatakan, para pelajar yang melakukan konvoi tersebut sudah membekali diri dengan senjata tajam, seperti golok dan parang. Bahkan video pelajar tersebut saat sedang konvoi sambil mengacungkan senjata tajam pun terekam oleh warga.

Entah bagaimana awal mulanya, tiba-tiba pelajar yang sedang konvoi tersebut menyerang kelompok pelajar yang sedang nongkrong di sekitaran SPBU.

Dengan seketika tawuran pun pecah di area tersebut.

"Tiba-tiba pada teriak-teriak, saya lagi main hp didalem warkop, saya liat udah pada tawuran, engga tau dari sekolahnya dari mana," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Senin (5/12/2022).

Menurut kesaksiannya, terdapat korban yang mengalami luka karena terkena sabetan senjata tajam.

Pelajar yang menjadi korban sabetan senjata tajam itu, kata Randi, merupakan kelompok pelajar yang sedang nongkrong di SPBU.

"Kalau yang saya tau sih satu orang pergelangan tangannya kebacok langsung dibawa ke rumah sakit, tapi saya liat di medsos ada dua korbannya," katanya.

Saat aksi tawuran tersebut tak bisa terhindarkan lagi, saat itu warga pun tak ada yang berani melerai, lantaran para pelajar tersebut membawa senjata tajam, dikhawatirkan pelajar tersebut akan membabi buta melakukan penyerangan.

"Polisi belum dateng, warga pun cuma teriak-teriak aja, akhirnya bubar sendiri, mungkin udah dapet mangsa yang kebacok terus langsung kabur engga ada yang diamanin," terangnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved