Polisi Tembak Polisi

Kesaksian Kuat Maruf di Persidangan, Menangis Saat Ditelepon Ferdy Sambo dan Diminta Jujur

Kuat Maruf terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memberikan sejumlah pengakuan dalam sidang.

Editor: Vivi Febrianti
Wartakotalive/Ramadhan LQ
Kuat Maruf sopir Ferdy Sambo tiba di ruang sidang PN Jakarta Selatan, Senin (7/11/2022) diteriaki penonton. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Kuat Maruf terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J memberikan sejumlah pengakuan dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (5/12/2022).

Kuat Maruf yang menjadi saksi untuk terdakwa Bharada Richard Eliezer alias Bharada E mengungkap saat dirinya pertama kali diperiksa Biro Provos Divisi Propam Polri setelah peristiwa pembunuhan Brigadir Jyang diotaki Ferdy Sambo pada 8 Juli 2022 lalu.

Ketika diperiksa pertama kali oleh Biro Provos Propam Polri, Kuat Maruf mengaku dirinya belum mendapat arahan dari Ferdy Sambo soal skenario kematian Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Baru setengah jalan menjalani pemeriksaan, tiba-tiba Ferdy Sambo datang ke ruangan tempat Kuat Maruf diinterogasi.

"Kemudian datang Pak Sambo sobek-sobek kertas itu (Berita Acara Introgasi)," ujarnya kepada Majelis Hakim.

Sebelum Ferdy Sambo datang dan merobek BAI itu, Kuat Maruf menyebut bahwa dirinya telah membeberkan seluruh kronologi secara jujur kepada polisi yang menginterogasinya.

"Pada saat itu saya bingung mau cerita apa, saya ceritakan disitu," kata Kuat.

Seluruh kronologi pun diceritakannya kepada pihak Provos secara lengkap, mulai dari peristiwa di Magelang.

Sayangnya, cerita tersebut harus terhenti begitu Ferdy Sambo masuk ke ruangan.

Baca juga: Kesal Keterangan Kuat Maruf Sama dengan Ricky Rizal, Hakim: Kalian Buta dan Tuli

Dirinya pun kemudian dikumplukan bersama Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E dan Bripka Ricky Rizal.

Sambo pun bertanya kepada Kuat Maruf, "Kamu cerita apa?"

Kuat Maruf kemudian menyampaikan bahwa dirinya telah bercerita kejadian di Magelang.

Kemudian Ferdy Sambo memerintahkan agar dirinya tak perlu lagi menceritakan kejadian di Magelang.

"Sudah, enggak usah diceritakan yang di Magelang," kata Kuat Maruf menirukan kata-kata Ferdy Sambo saat itu.

Tak hanya menyembunyikan kejadian di Magelang, Kuat Maruf juga diminta untuk menyampaikan keterangan bohong soal peristiwa di Duren Tiga.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved