Dibatasi Pakai Seng, Truk Besar Tak Bisa Lewat Jembatan Cikereteg Bogor yang Longsor, Ini Kondisinya

Kendaraan yang mengarah dari arah Cigombong terpaksa berbagi jalur dengan kendaraan yang mengarah dari arah Ciawi. Untuk kendaraan yang melintas

TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Kondisi terkini Jembatan Cikereteg yang berada di perbatasan Ciawi dan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (7/12/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAWI - Setengah badan jalan di Jembatan Cikereteg yang berada di perbatasan Ciawi dan Caringin, Kabupaten Bogor, serta jalur Bogor, Ciawi, Sukabumi ( Bocimi) saat ini, tidak bisa dilalui kendaraan.

Hal ini dilakukan imbas dari tebingan material tanah yang berada di bawah jembatan terkikis air sungai bahkan sempat longsor.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (7/12/2022) setengah badan jalan yang dekat dengan jembatan ini ditutup menggunakan seng dan dibatasi dengan garis polisi.

Kendaraan yang mengarah dari arah Cigombong terpaksa berbagi jalur dengan kendaraan yang mengarah dari arah Ciawi.

Untuk kendaraan yang melintas, saat ini, hanya kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat yang tonasenya tidak besar.

Baca juga: Sudah Disurvei, Jembatan Cikereteg Bogor Longsor Duluan Sebelum Diperbaiki

Sedangkan untuk kendaraan roda empat bertonase besar, terlihat tidak ada yang melintasi jalan ini.

Untuk tebingan yang terkikis air dan longsor, saat ini, sudah ditutupi oleh terpal berwarna biru.

Terlihat, tebingan yang berada di bawah jembatan ini cukup menggantung usai terkikis air dan mengalami longsoran.

Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat mengatakan, saat ini, kendaraan tonase besar diimbau untuk tidak bisa melalui jalan ini.

"Kami imbau untuk kendaraan yang tonasenya besar tidak melintasi jalur ini," kata Agus kepada TribunnewsBogor.com, Rabu.

Agus menjelaskan, imbauan itu untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Ada sebagian jalan yang memang retak. Sehingga kendaraan dibatasi. Takutnya kena tekanan malah tambah parah," jelasnya.

Terkait koordinasi dengan Kementerian PUPR, kata Agus, pihaknya hanya melakukan antisipasi sampai dilakukan perbaikan.

"Itu ranahnya pemerintah. Kita hanya mengawasi supaya jalur ini aman. Kalau diibaratkan memperpanjang umur jembatan sebelum diperbaiki," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved