Info Kesehatan

Waspada Gejala Baru Covid-19 yang Sering Disepelekan, Dokter THT Ungkap Penjelasan Lengkap

Setiap hari masih ada penambahan kasus positif bahkan pasien yang meninggal dunia. Baru-baru ini, penambahan kasus Covid-19 juga terjadi di Inggris.

Editor: khairunnisa
mohamed Hassan/Pixabay
Ilustrasi - waspada gejala baru Covid-19 yang sering tak sadari dan disepelekan 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Jangan lengah, pandemi Covid-19 belum sepenuhnya usai.

Setiap hari masih ada penambahan kasus positif bahkan pasien yang meninggal dunia.

Baru-baru ini, penambahan kasus Covid-19 juga terjadi di Inggris.

Kasus Covid-19 di Inggris disertai dengan gejala baru yakni hiposmia.

Dosen sekaligus dokter spesialis THT Rumah Sakit Akademik (RSA) Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Anton Sony Wibowo menerangkan tentang apa itu hiposmia

Hiposmia adalah salah satu gejala penurunan kemampuan membau terhadap sesuatu.

Baca juga: Belum Vaksin Covid-19, PT KAI Beri Peraturan Baru Anak 6-12 Tahun Naik Kereta Api, Ini Syaratnya

Hiposmia, gejala baru Covid-19

Menurut dia, pasien yang mengalami hiposmia seringkali mengeluhkan benda-benda atau sumber bau yang seharusnya tercium dengan kuat hanya tercium samar-samar atau tidak jelas jenis baunya, namun jenis bau masih sama.

"Misal bau amis masih amis atau manis masih manis hanya saja intensitas baunya berkurang," kata Anton seperti dikutip dari laman UGM, Senin (26/12/2022).

Dia mengungkapkan, pada masa pandemi Covid-19 kemunculan kasus pasien dengan hiposmia ini cukup banyak.

Di luar negeri dilaporkan ada sekitar 60 persen pasien rawat jalan yang dilaporkan mengeluhkan penurunan kemampuan membau.

"Penelitian saya di RSA UGM tahun 2022 ada sekitar 50 persen pasien di poli rawat jalan yang mengalami hiposmia," beber dia.

Anton mengungkapkan, hiposmia merupakan gejala yang tidak hanya muncul karena infeksi Covid-19 saja.

Namun, gejala ini dapat terjadi akibat infeksi hidung dan sinus, hipertrofi nasal turbinate, maupun infeksi virus lainnya bahkan juga disebabkan cedera pada bagian kepala.

Baca juga: Belum Vaksin Covid-19, Dinkes DKI Sebut Bisa Tingkatkan Risiko Rawat Inap 3 Kali Lipat

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved