BBM Premium Akan Dihapus Per 1 Januari, Ini Perubahan Harganya Dari Zaman Soekarno Hingga Jokowi
Melalui keputusan ini nantinya hanya bensin dengan kadar RON di atas 90 seperti pertalite, pertamax, Turbo, Dexlite, serta BBM RON 95 keatas yang
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - BBM dengan Research Octane Number (RON) di bawah 90 akan dihapus per 1 Januari 2023.
BBM tersebut berjenis premium, yang di mana pihak pemerintah sudah mengumumkan soal penghapusan tersebut.
Per 1 Januari nanti, BBM Premium yang di mana RON tersebut di bawah 90 sudah tidak beredar lagi atau dihentikan peredarannya.
Kebijakan tersebut dirilis berdasarkan surat keputusan menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis BBM Umum Jenis BBM dan Minyak solar yang Disalurkan Melalui SPBU dan atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.
"Pemerintah telah memutuskan untuk menghapus penjualan BBM beroktan rendah pada tanggal 31 Desember 2022, untuk jenis BBM yang disalurkan Pertamina sekarang ini paling rendah RON 90," ujar Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting kepada Tribunnews, Rabu (26/10/2022).
Melalui keputusan ini nantinya hanya bensin dengan kadar RON di atas 90 seperti pertalite, pertamax, Turbo, Dexlite, serta BBM RON 95 keatas yang dapat diakses masyarakat Indonesia.
Penghentian penjualan bensin Premium dilakukan pemerintah dengan maksud untuk mengubah Indonesia agar dapat menjadi negara ramah lingkungan, mengingat penghapusan BBM jenis ini dapat menurunkan kadar emisi karbon dioksida sebesar 14 persen.
Selain itu perubahan diterapkan lantaran bensin Premium masih tergolong dalam kategori BBM kualitas rendah, dengan begini bahan bakar minyak di Indonesia bisa semakin berkualitas dan lebih baik lagi.
Sejarah kemunculan BBM Premium
Keberadaan BBM Premium sudah ada sejak awal kemerdekaan Indonesia. Premium sendiri merupakan minyak mentah yang pembuatannya dicampur menggunakan hidrokarbon cair dengan jenis Nafta, untuk mendongkrak kinerja BBM ini agar dapat digunakan untuk menjalankan otomotif.
Bahan tersebut sengaja di campur agar harga jual Premium bisa sedikit lebih murah ketimbang BBM jenis lainnya.
Sayangnya Premium menghasilkan emisi yang lebih banyak sehingga produksi bensin jenis ini dinilai tidak efisien dalam jangka panjang, karena mendorong perubahan iklim serta mengancam kesehatan publik.
Di dunia, penggunaan bensin RON 88 aias Premium hanya bisa dihitung menggunakan jari. Semenjak Uni Eropa menetapkan standar minimal RON 92 (setara Pertamax), sebagai patokan bahan energi yang aman hampir semua negara Eropa kini menggunakan RON 95.
Baca juga: Per Hari Ini Harga BBM Pertamax Naik, Tertinggi di Batam Rp 14.500
Sejumlah negara negara Asia dan Afrika seperti Singapura, Vietnam, Taiwan, Cina, Pakistan, Srilanka dan Myanmar serta Zimbabwe mulai untuk meninggalkan RON 88 dan beralih ke standar RON 92.
Sementara Filipina sedikit lebih maju dengan RON 93, sedangkan Malaysia dan Thailand memakai RON 95. Disusul Jepang yang memakai RON 96, Korea Selatan dan India dengan RON 91.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/antrean-motor-spbuu.jpg)