Pasca Pandemi Covid-19, Nilai Ekspor Tamaman Hias di Kabupaten Bogor Merosot

Ekspor tanaman hias di Kabupaten Bogor kini mengalami penurunan pasca pandemi Covid-19.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Ekspor tanaman hias di Kabupaten Bogor turun hingga 50 persen pasca pandemi, Jumat (20/1/2023) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Ekspor tanaman hias di Kabupaten Bogor kini mengalami penurunan pasca pandemi Covid-19.

Seperti diketahui, ketika pandemi dan mengharuskan semua orang untuk berdiam di rumah dan menjalankan setiap aktivitasnya dari rumah, hobi tanaman hias begitu digandrungi oleh masyarakat.

Hobi tanaman hias yang melangit itu tak hanya terjadi di dalam negeri, di luar negeri pun sama.

"Kalau disaat pandemi kan banyak orang work from home, jadi banyak waktu untuk mengurus tanaman," ujar Plt Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor, Makmur.

Akan tetapi, Makmur mengungkapkan, memasuki masa endemi seperti sekarang ini, jumlah ekspor tanaman hias khususnya di wilayah Kabupaten Bogor mengalami penurunan hingga 50 persen.

Menurutnya, penurunan yang cukup signifikan ini terjadi karena orang-orang di luar negeri pun sudah melakukan segala aktifitasnya dengan normal. Sehingga pesanan untuk dalam negeri menjadi menurun.

Di saat pesanan begitu tinggi, pelaku usaha tanamanan hias se- Kabupaten Bogor mampu menghasilkan hingga Rp 300 juta perbulan.

Meskipun jumlah ekspor mengalami penurunan, ia mengatakan saat ini pasar tanaman hias di lingkup lokasl masih dalam taraf stabil.

"Makannya mereka memilih pasar lokal dibanding ekspor, meski harganya jualnya berbeda. Memang tidak sehebat masa pandemi, tapi lebih mending daripada ekspor," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved