Jeritan TKI di Suriah, Menangis Hingga Minta Bantuan ke Bupati Karawang

Wanita bernama Dede Asiah Awing Omo (37) membuat warganet heboh lantaran dikabarkan jadi budak di Suriah.

Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Dede Asiah Awing Omo (37) Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dijual sebagai budak di Suriah. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Dunia maya dihebohkan dengan curahan hati seorang wanita asal Karawang, Jawa Barat.

Wanita bernama Dede Asiah Awing Omo (37) membuat warganet heboh lantaran dikabarkan jadi budak di Suriah.

Dalam narasi yang beredar, masyarakat meminta Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana untuk mengadvokasi agar Dede bisa segera diselamatkan dan pulang ke Indonesia.

Terkait hal tersebut, Cellica Nurrachadiana belum menjawab ketika dikonfirmasi.

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karawang bakal menelusuri kasus Dede Asiah yang menjadi budak di Suriah.

"Coba kita telusuri ya kang terkait yang viral itu," kata Kepala Disnakertrans Karawang, Rosmalia Dewi saat dikonfirmasi pada Senin (27/3/2023).

Ia juga meminta keluarga dari Dede Asiah datang ke kantor Disnakertrans untuk membuat laporan.

"Mangga (silahkan) pak keluarganya diminta buat laporan," singkatnya.

Ibu Bupati Cellica, Warganya Ada yang Dijual Jadi Budak di Suriah-Minta Tolong Ingin Pulang

Berlinang air mata dengan suara yang serak, Dede Asiah Awing Omo (37) Pekerja Migran Indonesia (PMI) mencurahkan perasaannya lewat kamera ponselnya.

Baca juga: Pengakuan Penyalur TKI Ilegal di Bogor, Pernah Jadi TKW dan Pernah Jadi Penyalur TKI Resmi

Dalam video yang direkamnya itu Dede mengaku menjadi korban perdagangan orang ketika hendak bekerja di Istanbul, Turki.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, nama saya Dede Asiah dari Karawang, tolong saya, saya pengen pulang, perut saya sakit..," ungkapnya menangis di awal video.

Dalam tayangan berdurasi 2 menit itu, Dede menceritakan awal mula dirinya dijual sebagai budak.

Peristiwa itu bermula ketika dirinya menerima tawaran untuk bekerja sebagai PMI oleh perusahaan penyalur tenaga kerja.

Diiming-imingi gaji sebesar USD 600 per bulan, Dede pun tertarik dan menerima tawaran untuk bekerja di Turki.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved