Pengakuan Penyalur TKI Ilegal di Bogor, Pernah Jadi TKW dan Pernah Jadi Penyalur TKI Resmi

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Rhedoi Sigiro menjelaskan, dalam aksinya Tersangka D berperan sebagai perekrut melalui media sosial.

Penulis: Naufal Fauzy | Editor: Yudistira Wanne
Istimewa
Penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di wilayah Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor berhasil diungkap Polres Bogor. 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Dua wanita berinisial L dan D diringkus Satreskrim Polres Bogor karena menjadi penyalur Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) ke Malaysia secara ilegal.

Kasus tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan dua pelaku asal Parungpanjang, Kabupaten Bogor dan Bandung ini dirilis Polres Bogor pada Rabu (7/12/2022).

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Yohannes Rhedoi Sigiro menjelaskan, dalam aksinya Tersangka D berperan sebagai perekrut melalui media sosial.

Tersangka D ini mengaku kepada Polisi dulunya dia pernah menjadi penyalur TKI resmi namun dia ingin mendapat keuntungan yang lebih besar dan lebih cepat.

"Awalnya dia di PJ TKI yang legal, tapi baru dapat satu (calon TKI). Keuntungannya cuma Rp 1,5 Juta. Udah gitu kalau yang resmi setelah dapet, dilatih selama tiga bulan. Jadi udah lama, dapetnya susah, keuntungannya sedikit, makanya maennya ilegal," terang AKP Yohannes Rhedoi Sigiro.

Tersangka D kemudian ikut menjadi penyalur TKI ilegal bersama Tersangka L karena keuntunganya yang lebih besar dan cepat.

Bahkan sejak Oktober 2022 atau selama tiga bulan terakhir beroperasi ikut menyalurkan TKI ilegal, Tersangka D telah merekrut 20 orang dan 16 orang diantaranya sudah berhasil dikirim ke Malaysia.

Dari masing-masing TKW yang berhasil dikirim ke Malaysia secara ilegal ini, Tersangka D bisa meraup keuntungan Rp 3 Juta.

"Dapet Rp 3 Juta untuk satu orang, dikali 16 udah Rp 48 Juta. Rp 48 Juta dibagi tiga bulan (masa operasi), berapa tuh keuntungannya sebulan," ujar AKP Yohannes Rhedoi Sigiro.

Sementara Tersangka L berperan menampung para calon korban untuk dilatih di rumahnya di Parungpanjang Bogor kemudian dikirim ke Malaysia secara ilegal dengan modus izin liburan ke Singapura.

Baca juga: Penyalur TKI Ilegal di Bogor Raup Rp 3 Juta Sekali Antar Satu Wanita, Korbannya Capai 20 Orang

Tersangka L ini juga dianggap menguasai penyaluran Tenaga Kerja Wanita (TKW) khususnya ke Malaysia tersebut.

"Kenapa ke Malaysia ?, karena Si L ini menguasainya Malaysia," kata AKP Yohannes Rhedoi Sigiro.

Sebab, Tersangka L mengaku pernah bekerja sebagai TKW selama 6 tahun di Malaysia namun setelah berhenti dan pulang ke Indonesia, Tersangka L malah menjadi pengangguran.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved