Prostitusi Online di Bogor
Prostitusi Online di Apartemen Bogor Valley Terbongkar, Nasib Geng Open BO Ditentukan Evaluasi Perda
Praktik open BO itu, kini tak hanya dilakukan orang dewasa, melainkan anak di bawah umur terlibat di dalamnya.
Penulis: yudistirawanne | Editor: Ardhi Sanjaya
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Praktik prostitusi online di Kota Bogor kian meresahkan.
Praktik open BO itu, kini tak hanya dilakukan orang dewasa, melainkan anak di bawah umur terlibat di dalamnya.
Mirisnya, praktik prostitusi online yang kerap dilakukan di apartemen itu bagaikan penyakit yang tak ada obatnya.
Padahal pekan lalu, Polresta Bogor Kota baru saja mengungkap kasus serupa.
Dalam pengungkapan tersebut, Polresta Bogor Kota mengamankan 6 tersangka.
Mereka yang terlibat di antaranya MRN (20), MR (22), S (17), SP (16), AL (20) dan MS (25).
Adapun korbannya ada tiga, yakni PK (14), AR (17) dan VA (15).
Semuanya berhasil diamankan di berbagai wilayah di Kota Bogor, Reddorz Air Mancur, Apartemen Bogor Valley dan kos-kosan daerah Tajur.
Baca juga: Prostitusi Online di Kota Bogor Masih Marak, Pelaku Sewa Kamar Sebulan untuk Layani Tamu di Ranjang

Digerebek penghuni
Kian maraknya praktik prostitusi online di Apartemen Bogor Valley membuat penghuninya geram.
Para penghuni Apartemen Bogor Valley pun kompak menggelar razia.
Mereka mengawasi pengunjung yang datang ke lokasi apartemen yang berlokasi di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor tersebut.
Walhasil, para penghuni apartemen berhasil menjaring sekitar 60 diduga pasangan mesum.
"Iya bener, tadi malam (Sabtu malam)," kata Ketua Pengawas Apartemen Bogor Valley, Andi Bachrom Razak saat dikonfirmasi Tribunnews Bogor.com, Minggu (14/5/2023).
Saat melakukan razia, penghuni apartemen memiliki strategi khusus.
"Kita tutup akses jadi hanya bisa masuk satu akses. Pokoknya mau masuk kita tanya KTP suami istri bukan ? Kalau bukan gak bisa masuk," kata Andi Bachrom Razak.
Baca juga: Masih Kelas 2 SMP, Gadis di Bogor Terjebak Prostitusi Online, Polisi: Bukan Karena Broken Home
Dipanggil polisi
Sementara itu, mengenai maraknya praktik prostitusi online di Apartemen Bogor, Polresta Bogor Kota bereaksi.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Rizka Fadhila mengatakan, pihaknya sudah memanggil pihak manajemen Bogor Valley.
"Iya kemarin kan Bogor Valley itu. Kita lakukan pemeriksaan manajemen. Sudah kita panggil," kata Rizka saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Senin (15/5/2023).
Rizka menjelaskan, saat itu, manajemen menjelaskan, para warga apartemen melakukan hal itu sebagai langkah antisipasi.
"Itu merupakan salah satu bentuk dari pihak manajemen untuk mengetatkan aksesibilitas terhadap pihak yang bersangkutan ( prostitusi online)," jelas Rizka.
Rizka memastikan, untuk kejadian tersebut, tidak ada yang diamankan.
"Tidak ada yang diamankan. Itu kan internal manajemen untuk mengetatkan akseibilitas pihak di luar dari penyewa yang tercatat di manajemen," tambah Rizka.
Kedepannya, kata Rizka, pihak kepolisan, akan melaluksn pengecekan serta razia terhadap prostitusi online di Apartemen Bogor Valley.
"Kita tetap akan melakukan pengecekan, pemeriksaan. Dan kalaupun kita temukan nanti kita lakukan penindakan. Razia nanti diinformasikan lebih lanjut," bebernya.
Baca juga: Kesaksian Gadis Asal Bogor Terjerat Prostitusi Online, Aksinya Ketahuan Gara-gara Orangtua Curiga
Ada geng open BO
Sebelumnya, Kompol Rizka Fadhila, tak menampik jika ada geng-geng tertentu dalam menjalankan bisnis open BO.
Kompol Rizka Fadhila memaparkan, ada tiga geng yang menjalankan praktik prostitusi online.
"Jadi mereka berdiri sendiri-sendiri. Tidak saling kenal. Jadi antara TKP, kelompok Reddorz, kelompok Bogor Valley, dan kelompok Tajur berbeda," ucapnya dikutip TribunnewsBogor.com.
Baca juga: Masuk Jurang Prostitusi Online Usai Kabur dari Rumah, Gadis Bogor Ini Tergiur Dapat Uang Banyak
Evaluasi Perda
Merespon maraknya praktik prostitusi online di apartemen, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri angkat bicara.
Akhmad Saeful Bakhri sebut penanganan prostitusi online di Apartemen Bogor Valley harus dilakukan secara komprehensif.
Apartemen Bogor Valley pun disebut sebagai sarang prostitusi online di Kota Bogor.
"Mengenai prostitusi di Kota Bogor, kita harus bicara secara komperhensif. Karena, prostitusi saat ini mulai beralih atau bergeser di usia anak bukan hanya hanya melibatkan perempuan dewasa sebagai pekerja," kata Gus M kepada TribunnewsBogor.com.
Gus M menjelaskan, langkah komprehensif itu dilakukan agar prostitusi online yang di Apartemen Bogor Valley dijadikan suatu bisnis ini dapat dicegah.
Dirinya membeberkan, hal itu dapat terwujud dengan sinergitas yang terjalin bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bogor.
"Oleh karena itu, perlu adanya sinergistas yang dibangun semua unsur. Seperti Pol PP, DP3A dan Dinas Sosial. Akselerasi program pencegahan, dapat dilakukan dengan melaksanakan operasi gabungan secara rutin," jelas Gus M.
Selain itu, harus juga ada program pembinaan yang harus dilakukan pasca operasi gabungan.
Pemkot Bogor harus mampu membuat program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang dengan, melibatkan seluruh unsur OPD itu.
Selain itu, ada program edukasi rutin yang dilakukan disekolah untuk pencegahan prostitusi usia anak.
Edukasi di lingkungan melibatkan kader posyandu dengan melakukan penyuluhan.
Gus M berharap, dengan terjun langsung dapat mengetahui permasalahan serta dapat mencari solusi dari permasalahan tersebut.
"Kreatifitas OPD, untuk turun ke lapangan pun diharapkan dapat mengetahui dan memetakan tentang bagaimana kehidupan malam yang melibatkan perempuan dan anak," ungkap Gus M.
Untuk menunjang hal itu, DPRD pun akan mengevaluasi beberapa perda yang terkait dengan masalah ini.
Diantaranya, Perda Ketertiban Umum (Tibum), Perda Kota Layak Anak (KLA), Perda Ketahanan Keluarga, serta Perda Pendidikan dan Perda Kesehatan.
Gus M menggambarkan, beberapa evaluasi Perda itu.
Sebagai contoh, Perda kesehatan, yang tentunya bukan hanya sekedar tapi bagaimana kesehatan mental juga harus sudah menjadi perhatian saat ini.
Lalu, DP3A yang memang fokus di perempuan serta anak.
DPRD akan mendorong DP3A untuk melakukan penguatan khususnya bidang peningkatan kualitas hidup perempuan dam anak.
Yang di dalamnya tentu ada pemberdayaan, perlindungan perempuan dan kesetaraan.
Untuk Perda ini, diakui Gus M, implementasinya sangat lemah.
"Kita itu masih lemah. Di perlindungannya ini yang masih perlu dipush. Terutama, terhadap perempuan-minoritas diantarannya seperti psk dan pekerja malam," tegas Gus M.
Gus M pun menyoroti, dari Perda yang dilakukan evaluasi ini, sejauh mana OPD menyusun Perwali.
Dari Perda yang dievaluasi dalam ranah prostitusi ini, diakui Gus M, OPD seolah acuh soal Perwalinya.
Tidak bisa bicara prostitusi yang harus dilakukan komprehensif ini ketika hanya dilakukan sebatas pengawasan serta penertiban saja.
"Kalau bicara Satpol PP doang ya hanya bicara pengawasan dan penertiban saja. Tapi, pasca operasinya ini titik pushnya," ungkapnya.
Perwali dari Perda yang sudah dibentuk itu saat ini, diakui Gus M memang masih menjadi PR.
"Sejauh mana pelaksanaannya dijalankan dan sejauh mana amanat-amanat Perda untuk menyusun Perwali sudah dilaksanakan," tegasnya.
(TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)
praktik prostitusi online
anak di bawah umur
open BO
Apartemen Bogor Valley
Kecamatan Tanah Sareal
Polresta Bogor Kota
Kompol Rizka Fadhila
evaluasi
Kota Bogor
Rayuan Germo Bogor Jerumuskan Wanita Jadi PSK, Kenalan, Simpan Foto Lalu Hubungi Pria Hidung Belang |
![]() |
---|
Sosok Para Pelanggan Germo Dimas yang Dibekuk di Kota Bogor, Ternyata Kalangan Atas |
![]() |
---|
Sosok Germo Bertato Bibir Merah di Bogor, Dimas Punya Rayuan Maut Jerat PSK, Dapat Untung Rp300 Juta |
![]() |
---|
Kisah Selebgram Hingga Mantan Pramugari Jadi PSK di Kota Bogor, Tergiur Bayaran Kencan Puluhan Juta |
![]() |
---|
Ini Cara Germo di Kota Bogor Kumpulkan 20 Perempuan untuk Dijual, Bermula dari THM |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.