Bayi Tertukar di Bogor
Ketakutan Dipolisikan, RS Sentosa Imingi Ini ke 2 Ibu Bayi Tertukar di Bogor, Tetap Salahkan Perawat
Walaupun pada beberapa hari lalu hasil tes DNA silang bayi tertukar itu sudah diumumkan. Namun, kedua orang tua bayi tertukar itu masih melanjutkan
Penulis: Reynaldi Andrian | Editor: widi bogor
TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Kasus bayi tertukar di Bogor saat ini masih belum berakhir sepenuhnya.
Walaupun pada beberapa hari lalu hasil tes DNA silang bayi tertukar itu sudah diumumkan.
Namun, kedua orang tua bayi tertukar itu masih melanjutkan kasusnya.
Mereka adalah Siti dan Dian yang berencana akan melaporkan pihak rumah sakit tempatnya melahirkan ke polisi.
Laporan tersebut rencananya akan dilakukan hari ini, namun pihak keluarga memutuskan untuk melakukan mediasi terlebih dahulu dengan Rumah Sakit Sentosa.
Tetapi, bilamana mediasi tersebut tak berjalan dengan apa yang diinginkan maka Siti dan Dian akan melaporkan RS Sentosa ke Polres Bogor.
RS Sentosa tak mau dilaporkan
Juru Bicara RS Sentosa, Gregorius B Djako mengungkapkan bahwa pihaknya merasa sebagai korban.
Maka dari itu ia tak mau Siti dan Dian melaporkan RS Sentosa ke polisi.
Karena tak mau dilaporkan, RS Sentosa berupaya membujuk ibu bayi tertukar itu dengan beberapa bantuan.
Seperti, akses kesehatan hingga beasiswa sampai bayi tertukar itu SMA.
Menurutnya, segala sesuatunya pasti akan dicover oleh RS Sentosa.
"Sakit kah, rawat kah," kata pria yang akrab disapa Gregg kepada TribunnewsBogor.com, Selasa (29/8/2023).
Baca juga: Mediasi Antara Korban Bayi Tertukar di Bogor dan Rumah Sakit Buntu, Upaya Hukum Tetap Berjalan
Bukan hanya jaminan kesehatan saha, bayi tertukar itu akan dapat beasiswa pendidikan sampai SMA.
"Akan diberikan beasiswa pendidikan sampai SMA," ungkapnya.
Bahkan, ia malah menyalahkan perawat yang saat itu menangani Siti dan Dian.
Menurutnya, mereka tidak bilang masalah ini ke pihak RS Sentosa, sehingga menjadi senjata dikemudian hari.
"Dan (perawat) menutupi kasus begitu lama," tandasnya.
Namun, saat ini lima perawat itupun diberikan sanksi oleh RS Sentosa.
Kini mereka sudah dinonaktifkan dari Rumah Sakit Sentosa.

Mediasi gagal
Sementara itu, mediasai antara dua keluarga bayi tertukar dan RS Sentosa ternyata mengalami kebuntuan.
Mediasi yang berlangsung di Mako Polres Bogor pada Rabu (30/8/2023) sore tadi gagal.
Hal itu diungkapkan oleh Kuasa Hukum Dian, Binsar Aritonang.
"Hasil mediasinya terakhir tadi masih belum menemui kesepakatan," kata Binsar Aritonang, kuasa hukum Ibu D saat ditemui TribunnewsBogor.com di Mako Polres Bogor.
Karena mediasi gagal, maka dari itu pihaknya akan menempuh melalui jalur hukum.
Karena kliennya, ibu Dian dan Siti merupakan korban.
Baca juga: Soroti Kasus Bayi Tertukar di RS Sentosa, Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Bakal Turun Tangan
"Namun kami juga akan menempuh sesegera mungkin, akan menempuh upaya-upaya hukum terkait kejadian yang terjadi yang mana kami Ibu S dan Ibu D sebagai korban," kata Binsar Aritonang.
"Pasti (laporan polisi), kami juga gak berlarut-larut gitu. Untuk terjadinya perdamaian atau mediasi kan tidak perlu menunggu itu juga terlalu lama gitu kan, karena kami di sini juga harus bertanggung jawab terhadap klien kami juga, upaya apa yang akan kami lakukan. Dimana klien kami juga sepakat kita akan melakukan upaya hukum," ungkap Binsar Aritonang.
bayi tertukar
Rumah Sakit Sentosa
RS Sentosa
Bogor
perawat
Siti
Dian
Gregorius B Djako
tes DNA
Binsar Aritonang
Masih Ingat Kasus Bayi Tertukar Viral di Bogor 1,5 Tahun Lalu? Bu Dian Kini Bawa Kabar Bahagia |
![]() |
---|
Kasus Bayi Tertukar di Bogor Tuntas, Orang Tua Asuh Kompakan, Danish dan Siti Pakai Baju Warna Sama |
![]() |
---|
Masih Ingat Kasus Bayi Tertukar di Bogor? Lama Tak Disorot, Pihak RS Kini Ungkap Kabar Mengejutkan |
![]() |
---|
Kabar Terkini Bayi Tertukar di Bogor, Makin Gemoy Pisah dari Siti, Ibu Kandung Bocorkan Rahasianya |
![]() |
---|
Kasus Bayi Tertukar di Bogor Telah Berlalu, Dian Ungkap Kesedihan Mendalam, Sakit Hati Gara-gara Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.