Bayi Tertukar di Bogor

Bayi Tertukarnya Sering Nangis Tiap Malam di Rumah Ibu Dian, Siti Mauliah Rela Tahan Tak Bertemu

Rupanya Galuh kerap menangis setiap malam di rumah Bu Dian. Namun sikap Galuh itu ternyata dimaklumi Siti Mauliah.

Penulis: tsaniyah faidah | Editor: widi bogor
Kolase Tribun Bogor/istimewa
Siti Mauliah mengaku belum bisa melepaskan Galuh dari dalam hatinya.Rupanya bayi tertukarnya itu kerap menangis setiap malam di rumah Bu Dian. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Satu minggu tak bertemu, Siti Mauliah tak mengelak jika merindukan bayi tertukarnya yang bernama baby Galuh.

Ia rela menahan rindu dengan tak bertemu baby Galuh demi bonding dengan anak kandung berjalan lancar.

Kendati tak bisa bertemu, Siti Mauliah tetap video call Ibu Dian setiap malam untuk menanyakan kabar anak asuhnya selama setahun itu.

"Tiap hari, ada video callan juga, kontekan langsung sama Ibu Dian," kata Siti Mauliah pada TribunnewsBogor.com.

Sebagaimana diketahui, baby Galuh atau kini yang telah berganti nama menjadi Daanish sudah tinggal bersama ibu kandungnya, Ibu Dian.

Begitu pula dengan baby El yang kini telah tinggal satu rumah dengan Siti Mauliah.

Baca juga: Siti Mauliah Putar Otak, Siapkan Hal Sakral untuk Kehidupan Bayi Tertukar di Bogor

Namun rupanya baby Galuh kerap menangis setiap malam di rumah Ibu Dian.

Ini disampaikan Ibu Dian saat melakukan video call pada Siti Mauliah.

Sikap baby Galuh itu ternyata dimaklumi Siti Mauliah.

Pasalnya saat masih tinggal bersamanya dulu, baby Galuh memang suka menangis terutama jika telat memberikan susu.

"Katanya kalau baby Galuh malem suka nangis, kata saya teh jangankan di sana, di sini juga kalau telat ngasih susu nangis, kayak gitu aja," ungkapnya.

Siti mengaku belum bisa melepaskan baby Galuh dari dalam hatinya.

Bayi tertukar cium ibu kandungnya, Dian Prihatini. Siti Mauliah nangis tahan rindu.
Bayi tertukar cium ibu kandungnya, Dian Prihatini. Siti Mauliah nangis tahan rindu. (Kolase TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani dan TikTok)

Bahkan, ia sedih saat menyadari bahwa baby Galuh tak lagi tinggal di rumahnya.

"Bener-bener hari ini, ketika baby Galuh sudah pergi dari saya, mending saya kehilangan nyawa dibanding kehilangan baby Galuh," kata Siti Mauliah.

Bukan hanya Siti Mauliah, hal itu juga dirasakan oleh IIbu Dian yang selama ini merawat anak kandung Siti.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved