Kasus Pembunuhan di Subang
Strategi Yoris Kuasai Uang Yayasan di Kasus Subang, Rangkap Jabatan, Alirkan Dana BOS ke CV Pribadi
Yoris Raja Amarullah rupanya diam-diam menguasai perputaran uang yayasan di Kasus Subang.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: widi bogor
Dedi sebagai bendahara pun tidak pernah dipercaya oleh Yoris menyimpan uang tersebut.
Menurut Dedi, uang tersebut kemudian diberikan oleh Yoris kepada istrinya, Yanti dan langsung dibawa ke kamar.
Untuk dana BOS SMP pada bulan Februari sebesar Rp 51.852.000, namun uang yang bisa dicairkan yakni Rp 34 juta.
"Sisanya buat beli siplah," terang Dedi.
Rupanya untuk siplah tersebut, yayasan Bina Prestasi pun sudah mengatur agar uangnya tak ke mana-mana.
Sebab, dana itu langsung masuk ke CV Raja Abadi milik Yoris.
"Kalau siplah itu masuknya ke CV Raja Abadi, Yoris menjabat sebagai direktur," jelas Dedi lagi.

Dana siplah itu, menurut Dedi, untuk membeli alat-alat sekolah seperti meja, bangku, printer, komputer, dan laptop.
"Jadi uang sisanya itu masuk ke CV Yoris," tegasnya.
Namun berdasarkan yang ada di lapangan, barang-barang itu menurut Dedi tidak pernah ada di sekolah.
"Kemarin kan udah lihat sendiri ke sekolah, enggak ada," ungkap Dedi.
Bahkan Dedi menuturkan bahwa saat itu ada pengeluaran untuk membeli buku yang dilakukan oleh Yoris.
"Kata Aa (Yoris) teh 'ada buku mah'. Tapi saya enggak ngelihat. Jadi saya bingungnya tuh, ke dia bos, mau nanya juga apal lah A Yoris kayak gitu," pungkasnya.
Namun pada tanggal 27 April Dedi pun dipecat oleh Yoris lantaran membongkar kasus yayasan ke publik.
"Ya enggak tahu (dipecat kenapa) waktu itu sudah main sama guru-guru, paginya dapat surat dari grup sekolah 'Pak Dedi dipecat ku Yoris'," jelasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.