Kasus Pembunuhan di Subang
Perbedaan Jam Kematian Versi Danu dengan Hasil Otopsi, dr Hastry Sebut Tuti dan Amel Tewas Dini Hari
Ada perbedaan jam kematian yang diceritakan tersangka Muhamad Ramdanu dengan hasil otopsi kasus Subang.
Penulis: Vivi Febrianti | Editor: widi bogor
TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ada perbedaan jam kematian yang diceritakan tersangka Muhamad Ramdanu dengan hasil otopsi kasus Subang.
Perbedaan itu terungkap dari hasil pra rekonstruksi yang dilakukan penyidik Polda Jabar pekan lalu.
Sementara itu, Kabid Dokes Polda Jawa Tengah Kombes Pol Dr. dr. Sumy Hastry sudah memiliki jam kematian kedua korban berdasarkan hasil otopsi.
Perbedaan jam kematian versi Danu dan dr Hastry ini cukup jomplang.
Ramdanu menjelaskan bahwa kedua korban selesai dibunuh pada tengah malam.
Sementara Dokter Hastry mengatakan bahwa kedua korban dibunuh pada dini hari menjelang pagi.
Hal itu berdasarkan otopsi kedua kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut.
Jam Kematian Versi Hasil Otopsi
Diungkap oleh Dokter Hastry, korban Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu meninggal dunia di waktu yang berbeda.
Tuti dibunuh lebih dulu sebelum Amel, dan dieksekusi tanpa perlawanan.
Hal itu terungkap pada luka-luka yang ada di tubuh Tuti Suhartini.
"Bu Tuti dibunuh antara jam 02.00 - 04.00 WIB," kata dr Hastry.
Ia menegaskan, jam kematian itu bukan sesuai visum yang ia tulis.
"Pokoknya saya ngomong jam kematian," ungkapnya.
Kemudian untuk Amalia Mustika Ratu, dibunuh menjelang pagi hari.
"Amel jam 04.00-06.00 WIB," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bogor/foto/bank/originals/perbedaan-jam-kematian-kasus-subang-versi-danu-dan-dr-hastry.jpg)