Kasus Pembunuhan di Subang

Polemik Uang Rp 30 Juta Kasus Subang, Danu yakin Yosef Incar Harta, Arighi dan Mimin Masih Mengelak

Polemik uang Rp 30 juta dalam kasus Subang, Arighi klaim penuhi ekonomi Mimin, Danu yakin Yosef incar harta

Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Vivi Febrianti
Kolase Youtube
Polemik uang Rp 30 juta dalam kasus Subang, Arighi klaim penuhi ekonomi Mimin, Danu yakin Yosef incar harta 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Arighi Reksa Pratama mengklaim bahwa tidak membutuhkan uang Rp 30 juta dalam kasus Subang.

Uang Rp 30 juta ini disebut-sebut menjadi motif utama dalam pembunuhan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Ratu.

Dirreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan menerangkan saat 17 Agustus 2021, Yosef Hidayah terlibat cekcok dengan Tuti di ruang tengah rumahnya, Dusun Ciseuti, Jalancagak, Kabupaten Subang.

"YH akan ke kamar untuk mengambil uang namun Tuti menghalangi sehingga terjadi pertengkaran hingga terjadi pembacokan dan pemukalan stik golf," jelas Surawan.

Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidikan menemukan uang Rp 30 juta di kamar Amel.

Uang Rp 30 juta itu kini menjadi barang bukti.

"Rp 30 juta ditemukan setelah olah TKP di kamar Amel, sekarang menjadi barang bukti," katanya.

Namun begitu penyidik kasus Subang tak bisa mengasumsikan berapa nominal uang yang diambil Yosef.

"Kita gak bisa mengasumsikan berapa uang yang diambil, yang jelas YH akan ke kamar mengambil uang sendiri," kata Surawan.

Penyidik meyimpulkan bahwa motif Yosef dalam pembunuhan ibu dan anak di Subang ini didasari masalah uang.

"Melihat rekontruksi ketika YH denga MR ketemu di pecel lele terjadi pembicaraan, YH sakit hati kalau minta uang hanya diberi sedikit sehingga minta bantuan Danu memberi pelajaran pada korban," kata Kombes Surawan.

Sementara itu Arighi Reksa Pratama mengklaim bahwa telah memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga Mimin.

Arighi mencukupi kebutuhan rumah Mimin dari hasil bekerja di konter handphone.

"Satu jutaan setiap hari (omzet konter HP). Itu stok uang. Sudah mau 5 tahun. Sedikit-sedikit lah. dicukup-cukupin aja. normal," kata Arighi di Youtube Luruskan.

Bahkan ia juga mengklaim bisa membeli motor dari hasil bekerja.

"Setelah kerja 6 bulan baru ambil motor.(gaji) Alhamdulillah," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved