Skybrige Bojonggede Diresmikan, Nasib Sistem Satu Arah di Stasiun Bojonggede Kini Tak Jelas

Sementara itu, setelah beroperasi Skybridge Bojonggede, arus lalu lintas di depan stasiun Bojonggede sudah tidak lagi semerawut.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Damanhuri
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Arus lalu lintas di depan Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor lancar setelah beroperasinya Skybridge Bojonggede, Rabu (20/12/2023). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Nasib Sistem Satu Arah (SSA) yang diterapkan di kawasan Stasiun Bojonggede kini tak jelas usai Skybridge Bojonggede diresmikan beberapa waktu lalu.

Pasalnya, saat ini sepeda motor atau mobil dapat melintas dari kedua arah di depan Stasiun Bojonggede.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor sebelumnya sempat melakukan uji coba sebelum peresmian Skybridge Bojonggede.

Namun saat ini, aturan SSA diruas jalan tersebut tak jelas kapan akan kembali diterapkan.

Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengatakan, sistem satu arah yang akan diterapkan nantinya hanya akan diberlakukan untuk angkutan umum.

"Kami akan terapkan, cuma hanya untuk angkutan kota (angkot) aja, tidak semua kendaraan karena tingkat keberhasilannya sudah 40 persen," ujarnya saat dihubungi TribunnewsBogor.com, Rabu (20/12/2023).

Sementara itu, setelah beroperasi Skybridge Bojonggede, arus lalu lintas di depan stasiun Bojonggede sudah tidak lagi semerawut.

Meski lalu lintas di depan Stasiun Bojonggede saat ini sudah terbilang lancar, ia mengatakan SSA akan tetap diterapkan untuk mengurai kepadatan yang masih terjadi di titik lainnya.

"Saat ini kemacetan di Gaperi karena ada pintu masuk di sana, tetep yang berputar di sana kalau engga ada SSA berat juga, kalau pakai SSA lebih maksimal lagi," katanya.

Di samping itu, ia mengaku belum bisa memastikan kapan SSA di seputaran Stasiun Bojonggede akan dipatenkan.

Dadang Kosasih mengaku masih harus melakukan uji coba dan evaluasi agar kebijakan yang diterapkan berdampak positif untuk masyarakat.

"Saya belum berani memutuskan SSA ini akan dieksekusi atau tidak. Terkait dengan SSA itu kan harus ada SK Bupati juga, makanya ini saya uji coba aja dulu, mungkin minggu ketiga saya akan coba beroperasi lagi, tapi khusus angkutan kota aja," katanya.

Setelah SSA bagi angkutan kota ini telah berjalan sesuai rencana, ia mengatakan tidak menutup kemungkinan akan menerapkannya juga bagi kendaraan pribadi.

"Kalau sirkulasinya udah bagus, naik ke mobil pribadi dan roda dua, saya akan lalukan itu," pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved