Waduh! Banyak Imigran 'Malak' di Warung Kaleng Puncak Bogor, Kenyamanan Wisatawan Terganggu

Villa Warung Kaleng di kawasan Puncak Bogor menjadi destinasi favorit turis asing, terutama dari Timur Tengah.

|
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Yudistira Wanne
TribunnewsBogor.com/Wahyu Topami
Warung Kaleng Jalan Raya Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Rabu (3/1/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Villa Warung Kaleng di kawasan Puncak Bogor menjadi destinasi favorit turis asing, terutama dari Timur Tengah.

Papan informasi dan iklan berhuruf Arab membuat pengunjung asing merasa lebih nyaman.

Namun, kenyamanan para wisatawan mancanegara tersebut dilaporkan terusik oleh kelompok imigran yang tinggal di sekitar Puncak Bogor.

Seorang petugas keamanan, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan kondisi yang membuat turis asing kurang nyaman.

"Saya kurang paham tentang pengawasan imigran ini, tapi tolong jangan biarkan mereka mengganggu kenyamanan para wisatawan," ujar petugas keamanan dalam wawancara dengan TribunnewsBogor.com pada Rabu (3/1/2024).

Menurutnya, beberapa imigran kerap meminta makanan atau uang kepada turis asing, mengakibatkan ketidaknyamanan bagi pengunjung.

Meskipun sulit membedakan antara turis dan imigran, ia menekankan bahwa imigran seringkali terlibat dalam tindakan meminta-minta kepada para pengunjung asing.

Petugas keamanan ini mengungkapkan bahwa ia pernah menghadapi situasi konfrontatif dengan seorang imigran yang mengaku berasal dari Syria.

"Sudah sering terjadi, terakhir dua hari yang lalu, seorang mengaku dari Syria. Saya mencoba menjelaskan, tapi sulit hingga akhirnya hampir terjadi keributan," katanya.

Meskipun imigran sering meminta-minta kepada turis, petugas keamanan mengklaim bahwa mereka tidak mengganggu warga setempat karena kendala bahasa.

Ia berharap agar instansi terkait dapat mengintensifkan penertiban terhadap imigran yang cenderung mengganggu ketertiban di kawasan Puncak Bogor.

"Diperlukan penertiban yang lebih ketat dari pihak berwenang terkait. Jumlah imigran di Puncak mencapai ribuan, sulit membedakan yang legal dan ilegal. Kami perlu tindakan yang tegas, katanya ada (imigran) yang ditangkap tapi kenyataan di lapangan masih begini," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved