Pedagang Keluhkan Palang Pintu Rest Area Gunung Mas Bogor, Dianggap Penyebab Pembeli Ogah Datang
Pedagang menganggap palang pintu tersebut membuat penggunjung tak mau masuk ke dalam area Rest Area Gunung Mas.
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Ardhi Sanjaya
Laporan wartawan TribunnewsBogor.com Wahyu TopamiĀ
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CISARUA - Palang pintu dianggap menjadi penyebab Rest Area Gunung Mas, Kabupaten Bogor, sepi pengunjung.
Pedagang menganggap palang pintu tersebut membuat penggunjung tak mau masuk ke dalam area Rest Area Gunung Mas.
"Konsep ini menjadi keluhan, terutama dengan adanya palang pintu otomatis yang membuat pengunjung enggan masuk ke area tersebut," kata pedagang Eddy Sutarso pada TribunnewsBogor.com, Selasa (6/2/2024).
Para pedagang juga merasa tidak cocok dengan tata letak Rest Area Gunung Mas yang mereka anggap lebih mirip pasar tradisional ketimbang kawasan wisata.
Eddy juga mencatat bahwa pengelola Rest Area Gunung Mas seringkali membuat keputusan tanpa melibatkan pihak lain.
"Konsep tata letaknya mirip pasar tradisional, bukan rest area. Pedagang membutuhkan mediasi dan komunikasi yang tidak sepihak," ungkapnya.
Saat ini, para pedagang di Rest Area Gunung Mas merasa terjebak dalam dilema dan berharap ada komunikasi yang lebih aktif dengan pengelola untuk membahas masa depan Rest Area Gunung Mas dan nasib para pedagangnya.
"Kami menghadapi dilema dan butuh mediasi antara pedagang dan pengelola tanpa campur tangan politik dan ego kekuasaan," tandasnya.
Satpol PP Gagal Pindahkan Pedagang Kaki Lima Pasar Bogor ke Sukasari, Penertiban Tanpa Hasil |
![]() |
---|
Penjual Siomay di Tajur Kota Bogor Curi Perhatian, Desain Gerobaknya Ala Transformer |
![]() |
---|
Usai Tertibkan Ratusan Bangunan Liar, Pemkab Bogor Bakal Bangun Taman di Kolong Flyover Cileungsi |
![]() |
---|
Tertibkan PKL di Gunungsindur, Satpol PP Kabupaten Bogor Tegas Jalankan Program Nongol Babat |
![]() |
---|
Ngadu ke Ketua DPRD Kota Bogor, Pedagang Temukan Kejadian Luar Nalar di Pasar Kebon Kembang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.