Gudang Amunisi Kebakaran

Cerita Warga Gunungputri Bogor Bertahan di Pengungsian Pasca Ledakan Gudang Amunisi

Bersama dengan 85 jiwa lainnya, Marlina harus mengungsi dari rumahnya yang berjarak hanya 10 meter dari gudang amunisi yang meledak

Tayang:
Penulis: Wahyu Topami | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/WahyuTopami
Tempat pengungsian akibat ledakan gudang amunisi TNI AD di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, Minggu (31/3/2024). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Wahyu Topami

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, GUNUNGPUTRI- Marlina (32), seorang warga Desa Ciangsana, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, berbagi kisahnya setelah mengungsi akibat ledakan gudang amunisi TNI AD.

Bersama dengan 85 jiwa lainnya, Marlina harus mengungsi dari rumahnya yang berjarak hanya 10 meter dari gudang amunisi yang meledak.

Pada saat ledakan terjadi, Marlina bersama keluarganya hendak berbuka puasa.

Namun, ledakan kedua yang lebih besar daripada yang pertama membuatnya ketakutan.

Marlina memilih untuk kabur, sehingga keluarganya tidak bisa berbuka puasa.

Baca juga: Gudang Amunisi Kebakaran, Cluster Visalia Cibubur Kena Imbas Parah, Banyak Granat dan Peluru

"Kejadiannya kan ledakan pertama kecil sebelum Maghrib dikira tuh petir, ledakan kedua lumayan besar itu setelah adzan Maghrib terus pegawai tuh pada nyuruh warganya keluar rumah, nah warga udah keluar rumah ada ledakan lagi kencang langsung evakuasi keluar kampung, itu abis Maghrib," ujarnya saat ditemui TribunnewsBogor.com, Minggu (31/3/2024).

Marlina kabur saat mendengar ledakan ketiga, yang menurutnya lebih besar dari yang pertama dan kedua.

Marlina (32), warga Gunungputri, Kabupaten Bogor saat menceritakan kisahnya pasca ledakan gudang amunisi TNI AD, Minggu (31/3/2024).
Marlina (32), warga Gunungputri, Kabupaten Bogor saat menceritakan kisahnya pasca ledakan gudang amunisi TNI AD, Minggu (31/3/2024). (TribunnewsBogor.com/WahyuTopami)

Meskipun ledakan tersebut terjadi hingga tiga kali, Marlina tidak melihat benda-benda yang berkaitan dengan senjata atau sejenisnya.

Namun, karena rumahnya dekat dengan lokasi kejadian, Marlina harus meninggalkan kediamannya dan mengungsi bersama keluarganya tanpa bisa membawa banyak barang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Gudang Amunisi Terbakar, Terdengar Ledakan Beberapa Kali

"Waktu itu si pokoknya yang kepikiran selamet aja dulu gitu, nggak kepikiran apa yang harus dibawa, ngungsi sama suami, ibu, ada adik, ada anak dua umur 13 tahun sama 19 bulan," ungkapnya.

Di tempat pengungsian, Marlina mengaku tidak bisa tidur karena anaknya yang paling kecil terus meminta pulang.

"(Keadaannya) berubah, seenak-enaknya bukan di tempat kita gitu kan. Saya nggak sahur, nggak bisa tidur juga karena si kecil rewel minta pulang terus," kata Marlina.

Suaminya sempat pulang untuk memeriksa kondisi rumah mereka, dan Marlina mendengar kabar bahwa rumahnya mengalami kerusakan dan ditemukan beberapa serpihan peluru.

"(Ada serpihan peluru) Iya, soalnya dia tadi sempat pulang tuh, karena yang nggak kena banyak serpihan itu boleh pulang terus balik lagi, yang benar-benar rumahnya ketumpuk (serpihan) belum bisa, termasuk rumah saya, tadikan (suami) ngecek ke rumah, jendela, pintu jebol, genteng jebol, plafon semua ambruk. Pokoknya semua rusak," paparnya.

Baca juga: 86 Warga Gunungputri Bogor Memilih Ngungsi ke Rumah Kades Pasca Kebakaran Gudang Amunisi TNI AD

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved