Info Kesehatan

5 Cara Sembuhkan Asam Urat Tanpa Obat, Cukup Konsumsi Buah Ini

Terlalu banyak asam urat di dalam tubuh dapat memicu kondisi yang disebut hiperurisemia. Lantas apakah asam urat bisa disembuhkan tanpa obat?

Editor: Tsaniyah Faidah
Tribunnews.com
ilustrasi - Asam urat adalah produk limbah dalam darah yang diproduksi saat Anda mengonsumsi makanan kaya purin. Lantas apakah asam urat bisa disembuhkan tanpa obat? 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pengidap asam urat biasanya merasakan sakit selama rentang waktu 3-10 hari, dengan perkembangan gejala yang begitu cepat dalam beberapa jam pertama.

Dilansir dari TribunHealth.com, asam urat adalah produk limbah dalam darah yang diproduksi saat Anda mengonsumsi makanan kaya purin.

Purin ialah senyawa kimia yang terbuat dari atom karbon dan nitrogen, yang dipecah di dalam tubuh.

Terlalu banyak asam urat di dalam tubuh dapat memicu kondisi yang disebut hiperurisemia.

Hal ini menyebabkan terbentuknya kristal asam urat, yang mengendap di persendian dan menyebabkan asam urat.

Lantas apakah asam urat bisa disembuhkan tanpa obat?

5 cara sembuhkan asam urat tanpa menggunakan obat.

Melansir Medical News Today, berikut ini cara mudah dan efektif yang dapat Anda terapkan untuk turunkan kadar asam urat.

1. Batasi makanan tinggi purin

Konsumsi makanan tinggi purin dapat menyebabkan penumpukan asam urat.

Oleh karena itu penderita asam urat diimbau untuk membatasi makanan tinggi purin.

Berikut ini beberapa makanan yang mengandung tinggi purin yang sebaiknya dibatasi.

  • Trout, tuna, haddock, sarden, teri, remis, dan herring
  • Alkohol berlebih, termasuk bir dan minuman keras
  • Makanan tinggi lemak, seperti bacon, produk susu, dan daging merah (termasuk daging sapi muda)
  • Jeroan
  • Makanan dan minuman manis

Baca juga: 5 Manfaat Lemon untuk Menjaga Kesehatan Kulit, Bisa Bikin Cerah

2. Menjaga berat badan ideal

Memiliki berat badan ideal dapat membantu mengurangi risiko serangan asam urat.

Obesitas dapat meningkatkan risiko asam urat, terutama pada orang yang berusia lebih muda.

Tak hanya itu saja, kelebihan berat badan juga meningkatkan risiko seseorang terkena sindrom metabolik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved