Kronologi Dugaan Pelecehan di Skybrigde Bojonggede Bogor, Korban Ngaku Diremas di Depan Istri Pelaku

Seorang wanita diduga menjadi korban pelecehan seksual di Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Penulis: Muamarrudin Irfani | Editor: Naufal Fauzy
TribunnewsBogor.com/Muamarrudin Irfani
Lokasi seorang wanita diduga jadi korban pelecehan seksual di Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor, Rabu (1/5/2024) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJONGGEDE - Seorang wanita diduga menjadi korban pelecehan seksual di Skybridge Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Menurut keterangan Komandan Regu (Danru) Kemanan Skybridge Bojonggede, Ema Wati, peristiawa itu terjadi pada Senin (28/4/2024) sekitar pukul 07.30 WIB.

Dugaan aksi pelecahan seksual bermula saat wanita yang mengaku sebagai korban sedang berjalan dari arah terminal menuju Stasiun Bojonggede.

Kemudian dari arah berlawanan terdapat seorang pria yang sedang berjalan bersama istrinya berpapasan dengan wanita yang mengaku sebagai korban pelecehan tersebut.

Kepada petugas, wanita yang mengaku sebagai korban tersebut dilecehkan dengan cara diremas payudaranya.

"Si korban bilangnya pelecehan meremas susu. Pengakuan dari si ibu di koridor itu sepi, dari jarak jauh pun berhadapan, udah mepet-mepet akhirnya kena," ujarnya saat dijumpai TribunnewsBogor.com, Rabu (1/5/2024).

Kemudian, kata dia, yang membuat korban merasa tidak terima dan murka kepada terduga pelaku adalah karena menyampaikan permintaan maaf dengan raut wajah tak mengenakan.

"Pengaduan si ibunya ini waktu pas di Polsek Bojonggede bilang jadi si pelakunya bilang 'sorry' (memeragakan tatapan psikopat) si ibunya engga terima di situ," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pengakuan pria tersebut kepada petugas mengatakan bahwa sentuhan tersebut terjadi secara tidak sengaja. 

Pria tersebut, kata Ema Wati, mengaku saat itu berjalan sambil mengayunkan tangannya sehingga menyentuh bagian tubuh dari wanita tersebut.

"Si terduga pelaku bilang, saya tidak meremas, saya lagi ngerangkul istri saya, istri saya pun lagi megang (saling rangkul), kebeneran tangan saya sambil mengayun. Si pelaku bersumpah tidak meremas," terangnya.

Kemudian istri dari terduga pelaku tersebut mengatakan bahwa suaminya mengalami gangguan penglihatan yang tidak bisa melihat secara jelas.

"Si istrinya itu menjelaskan kalau si suaminya itu rabun katarak," terangnya.

Karena tidak ada kamera pengawas di jembatan penyeberangan layang tersebut, maka kejadian tersebut tidak diketahui secara pasti sebagai alat bukti yang kuat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved